Kimchi, Makanan Tersehat di Dunia?

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Kimchi, makanan tradisional kebanggaan Korea yang terkenal ini disebut-sebut sebagai makanan tersehat di dunia loh. Kenapa begitu? Yuk, kenali lebih lanjut tentang sayuran fermentasi ini.
Merupakan hasil fermentasi sawi dengan berbagai sayuran dan bumbu, kimchi masih 'bersaudara' dengan acar atau pickles dan sauerkraut. Bahan utama kimchi adalah sawi, lobak putih, daun bawang, jahe, bawang putih dan bubuk cabai. Semua sayuran segar ini dicampur dan kemudian difermentasi.
Kimchi tidak sekadar dikonsumsi begitu saja dengan nasi putih hangat. Bisa menjadi bahan utama membuat kimchi-jjigae (semur), kimchi-guk (sup), kimchi-jeon (pancake) dan nasi goreng kimchi. Saat ini, kimchi banyak digunakan sebagai tambahan dalam makanan barat seperti hamburger dan piza. Karena rasanya yang unik, tak heran jika kimchi sering jadi favorit.
Baca Lainnya : Tak Cuma Yoghurt, Ini 6 Makanan Probiotik untuk BAB Lancar
Fermentasi tanpa tambahan bakteri
Salah satu yang membuat kimchi unik adalah proses fermentasinya tanpa menambahkan bakteri. Bakteri yang digunakan berasal dari sayuran dan bahan pembuat kimchi sendiri.
Hal ini terjadi karena bahan-bahan yang digunakan mentah dan tidak disterilkan terlebih dahulu. Sehingga, bakteri dapat berkembang biak. Berbeda dengan proses fermentasi yoghurt yang menggunakan starter, menambahkan bakteri ke dalam adonan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Walaupun dikonsumsi mentah, kimchi tergolong makanan yang aman dikonsumsi. Belum pernah ada yang keracunan karena mengonsumsi kimchi. Pasalnya, bakteri patogen (berbahaya) dalam bahan-bahan kimchi dapat hilang selama masa fermentasi karena kondisi yang asam, tinggi garam dan kompetisi mikroba selama masa simpan.
Bakteri yang banyak berperan dalam proses fermentasi adalah Lactobacillus. Menggunakan karbohidrat yang tersedia menjadi senyawa asam organik yang menurunkan pH dan menjaga kesegaran sayuran (tidak membusuk). Selain itu, keberadaan bakteri ini juga dapat menghambat pertumbuhan organisme patogen lain.
Makanan tersehat
Ternyata, kimchi memang layak menyandang 'gelar' makanan tersehat di dunia. Ada begitu banyak manfaat fungsional kimchi. Tingginya kandungan bakteri Lactobacillus dapat menjadi sumber probiotik yang baik karena dapat meningkatkan fungsi sistem imun tubuh dan mencegah kanker.
Kimchi merupakan hasil fermentasi sawi dengan berbagai sayuran dan bumbu. Foto: Sura Korean Cuisine.
Mengonsumsi kimchi dapat menurunkan kadar bakteri E. Coli dan meningkatkan kadar bakteri bermanfaat di saluran cerna. Beberapa penelitian pun menemukan kemampuan antimutagen dan dapat menurunkan enzim toksik. Dapat mengubah zat pre karsinogen menjadi karsinogen secara signifikan. Mungkin, inilah yang menyebabkan rendahnya angka kejadian kanker kolon (usus besar) di Korea.
Kimchi juga dapat menurunkan kadar kolesterol pada serum darah dan risiko penyempitan pembuluh darah. Tak hanya itu, dalam hal kecantikan kulit, kimchi dapat menurunkan proses penuaan kulit akibat komponen antioksidannya yaitu vitamin C, beta karoten, senyawa fenolik, klorofil dan sebagainya.
Baca Lainnya : Yoghurt Bermanfaat Bagi Penderita Maag, Masa Sih?
Kimchi juga mengandung senyawa yang berperan untuk mencegah kanker dan meningkatkan sistem imun seperti beta sitosterol, turunan PUFA, glukosinolat isotiosianat, dan senyawa lainnya.
Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa proses pembuatan kimchi menggunakan banyak garam dan gula. Jadi perlu diwaspadai karena konsumsi garam dalam sehari harus di bawah 5 gram (1 sendok teh) dan gula hanya 50 gram (4 sendok makan). [DF]
