Konten dari Pengguna

Kisah Si Amar, Penakluk King Cobra dari Riau

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Nama Muamar Syahida sudah tak asing lagi bagi kalangan pecinta reptil dan ular di Riau. Dalam beberapa bulan terakhir, namanya mencuat berkat aksinya menaklukkan King Cobra di kebun sawit ataupun bermain dengan reptil mematikan itu di depan kontrakannya di Jalan Umban Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru.

Disapa akrab Amar, pria kelahiran Solo, Jawa Tengah ini menyebut sudah mencintai ular sejak duduk di bangku SD. Belasan ular dipelihara di sebuah kamar kontrakan, lengkap dengan makanan, kandang serta tabung lainnya.

Meski sangat mengancam nyawa, ketertarikan Amar pada hewan reptil ini direstui orang tuanya yang tinggal di Kabupaten Pelalawan, Riau. Sejak itu, dia mempelajari ular dan sifat-sifatnya. 

"Sudah sejak SD tertarik sama ular, hobi dari kecil tertarik sama reptil, dari sana saya pelajari kebiasaan ular," kata mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning Riau di Kota Pekanbaru ini, dihubungi wartawan, Selasa (4/9/2018) siang.

Sebelum bermain dengan ular, Amar mengaku sudah mempelajari karakteristik dari setiap ular, mulai dari yang berbisa dan tidak. 

Meski terbiasa menaklukkan ular berbisa, ternyata ular koleksi pertama Amar adalah piton. Sejak itu, koleksinya terus bertambah, baik yang ditangkap ataupun dikembangbiakkannya sendiri.

"Ular piton ini salah satunya, jenis Papua, itu saya pelihara sejak dari kecil, ketika telurnya menetas," sebut pria 25 tahun ini.

Menurut Amar, uang untuk membiayai ularnya berasal dari sejumlah lomba yang diikutinya. Untuk yang berukuran kecil, Amar memberinya makanan cicak, sementara yang besar adalah potongan ayam.

Pengetahuan dan bakat Amar kian terasah dalam dunia reptil ketika bergabung dengan komunitas di Kota Pekanbaru. Diskusi dan berbagai perlombaan yang diikutinya membuat Amar makin lihai bermain dengan ular. 

Atas hobinya sejak sekolah dasar ini, Amar sudah diundang mengikuti turnamen reptil, baik di Riau ataupun di provinsi tetangga. Belasan piala dan penghargaan berupa sertifikat sudah ada di kamar ularnya. 

Prestasi Amar, di antaranya juara I dalam kategori Open Python Normal pada 17 Maret 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di Padang, Sumatera Barat. Selanjutnya juara I pada kategori Open Retic Tiger (Non Combo). Kegiatan ini juga dilaksanakan di Padang pada tahun ini.

Berikutnya juara I pada kategori Open Python Normal. Kegiatan ini diselenggarakan pada 13 Desember 2015 di Lapangan Kubu Gadang, Payakumbuh, Sumatera Barat.