Kota Palu Akan Tenggelam Itu Hoax!

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Di saat terjadinya bencana alam, ada banyak orang tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita bohong atau hoax. Mirisnya, banyak masyarakat yang percaya hoax tersebut dan menyebarkannya di media sosial pribadinya. Menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di satu wilayah.
Terkait gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu, beredar info yang mengatakan jika Kota Palu akan segera tenggelam.
"Itu berita bohong. Tidak benar kalau Kota Palu akan tenggelam. Bencana tidak sebesar itu. Berita hoax tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Rabu (3/10).
Baca Lainnya : Peneliti LIPI Minta Semua Pihak Jangan Asal Bicara Soal Gempa
Menurut Rudy, berita hoax itu hanya akan membuat masyarakat di Palu dan sekitarnya panik. Sehingga, terjadi pergerakan massal ingin meninggalkan Kota Palu secepatnya. Menurutnya, dampak gempa yang mengguncang Palu tidak akan membuat kota tersebut tenggelam.
"Pada dasarnya, mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua, memiliki potensi kebencanaan. Umumnya gempa karena berada pada jalur sesar yang panjang," paparnya.
Namun, gempa yang muncul, tingkatannya berbeda antar wilayah, tergantung kondisi geologi setiap daerah. Karena itu, masyarakat diimbau untuk memantau jalur-jalur sesar, apakah wilayahnya dilalui patahan-patahan secara langsung.
"Wilayah mana saja, petanya bisa dilihat di laman geologi Kementerian ESDM. Kalau sudah tahu, mitigasi bencana perlu dilakukan, misalnya tidak membangun rumah dengan bahan yang berat," katanya.
Baca Lainnya : Ini Analisis LIPI untuk Gempa dan Tsunami di Palu
Sumber gempa bumi di Indonesia berasal dari zona subduksi dan sesar aktif di darat. Zona subduksi membentang di sebelah barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, selatan Bali dan Nusa Tenggara dan membelok di Kepulauan Maluku yang membentuk palung laut. Zona subduksi juga sebagai sumber pembangkit tsunami.
Sesar aktif di darat tersebut antara lain sesar besar Sumatra yang memanjang dari utara sampai selatan di Pulau Sumatra. Sementara di Pulau Jawa, terdapat Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Baribis dan Sesar Opak.
"Selain itu terdapat Sesar Belakang Busur Flores di utara Kepulauan Nusa Tenggara, Sesar Palu-Koro di Sulawesi Tengah, Sesar Tairura-Aiduna, Sesar Sorong dan lain lain," katanya. [DF]
