Konten dari Pengguna

Limbah Kotoran Sapi Cemari Sumber Air 4 Desa di Garut

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Warga di 4 desa Kecamatan Tarogong Kaler, Garut resah. Tiba-tiba saja, air yang mengaliri kolam ikan mereka berubah menjadi coklat pekat. Akibatnya, ikan-ikan yang tengah mereka besarkan, mati semua.

Tak hanya membunuh ikan-ikan di kolam warga yang jumlahnya mencapai ribuan ekor, warga yang aktif menggunakan air dari saluran itu juga mulai mengalami gangguan kesehatan. Mereka merasakan kulit mereka gatal-gatal setelah menggunakan air yang diduga tercemar limbah itu.

Warga menduga air yang mengalir ke kolam dan banyak digunakan warga itu tercemar limbah kotoran sapi PT Rafles yang berada di atas bukit, Kaki Gunung Putri, wilayah Desa Mekarjaya, Tarogong Kaler. 

Pihak pengelola peternakan sapi perah itu sendiri sudah mengakui kalau pencemaran itu memang bersumber dari peternakan yang mereka kelola. Toni, juru bicara PT Rafles mengakui adanya kebocoran dari penampungan limbah kotoran yang masuk ke kolam dan saluran air di pemukiman warga sekitar.

"Atas nama perusahaan, saya minta maaf atas musibah ini," ujar dia.

Toni mengatakan, pihaknya langsung melakukan proses perbaikan setelah muncul keluhan dari warga. Ia berharap dalam waktu dekat masalah tersebut bisa diatasi.

Sementara itu, sebagai ungkapan pertanggungjawaban, pihaknya juga akan mengganti semua kerugian yang diderita warga. Pihaknya juga berjanji akan memperbaiki instalasi pengolahan limbahnya sehingga hal ini tidak terulang kembali. 

"Semoga kejadian seperti ini saya pastikan tak akan terjadi di kemudian hari," kata dia berharap.

Berdasarkan laporan warga, akibat kerusakan itu, limbah kotoran sapi PT. Rafles telah mencemari empat desa di Kecamatan Tarogong Kaler, yakni Desa Mekarjaya, Rancabango, Cimanganten, dan Langensari.

Arif (54), seorang warga Kampung Cihampelas, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler mengatakan, akibat kejadian ini ia mengalami kerugian hingga mencapai Rp5 juta karena ikan nila dan ikan mas yang baru ia tebar mati. 

"Ikan saya satu kolam mati semua akibat limbah itu. Kalikan saja Rp 25 ribu satu kilo gram kali 200 kilogram," ujar pemilik kolam pemancingan itu.

Hal yang sama dialami, Yepi, warga Kampung Cimuncang, Desa Rancabango. Akibat limbah itu, saat ini lima kolam ikan miliknya tidak bisa digunakan untuk ternak ikan, karena sudah tercemar limbah kotoran sapi itu.

"Kerugian saya lebih banyak lagi ada tujuh kuintal yang mati," ujarnya.

Untuk itu, Arif dan Yepi serta warga lain berharap agar PT Rafles segera merealisasikan janjinya untuk membayar ganti rugi kepada warga. [RN]