Konten dari Pengguna

Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap warga yang menghuni kampung seluas sekitar 7 hektare ini masing-masing mempunyai peran dalam kehidupannya. Masing-masing peran dianggap sama, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Warga yang berprofesi sebagai dokter, guru, petani atau pedagang menjalankan tugasnya masing-masing, tanpa mendapatkan bayaran secara personal.

Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua
zoom-in-whitePerbesar

(Foto: Yose Piliang)

Pengelolaan kampung ini berada di bawah Yayasan Majlis Ta'lim Fardhu Ain ( MATFA). Syech Muhamad Sani, ketua yayasan kepada Trubus.id mengatakan, kampung MATFA memang menerapkan sistem ekonomi gotong royong. Semua warga yang berjumlah 1600-an jiwa ini bekerja bahu, membahu untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.

Baca Lainnya: 

Semua penghuni di Kampung ini menempati rumah gratis yang disediakan, Juga fasilitas pendidikan, kesehatan dan makanan juga disediakan gratis.  Mereka bekerja untuk kepentingan bersama.

Di Kampung ini terdapat ekitr 300 rumah atau kepala keluarga. Rumah mereka sama, rumah khas melayu dengan warna kuning. Untuk keperluan makan, kampung ini mempunyai dapur umum yang bertugas untuk melayani kebutuhan makan seluruh warga.

Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua (1)
zoom-in-whitePerbesar

"Ada 7 kelompok petugas piket yang selalu bekerja secara bergantian. Bahan makanan diambil dari lahan kampung yang ditanami sayuran dan juga dari kolam-kolam ikan yang dikelola bersama.

Warga Kampung MATFA memerlukan sekitar 250 kilogram ikan setiap harinya, 6 ton minyak goreng sebulan, lebih 4 juta butir telur, 12 ton gula dan berton-ton cabai merah. Jika dihitung, pengeluaran setiap bulan kampung ini mencapa  Rp 250 juta.

Kebutuhan pendidikan anak-anak juga disediakan, dari TK sampai SMP

Di Kampung ini terdapat pertanian, perikanan, perdagangan, perindustrian dan juga pendidikan. Kampung MATFA mempunyai konsep yang sangat unik, sangat berbeda dengan-kampung yang kita pahami selama ini.  Karena pengelolaanya di bawah yayasan, seluruh Kampung MATFA dianggap satu keluarga yang harus saling mengasihi dan menyayangi.

Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua (2)
zoom-in-whitePerbesar

Karena itulah kampung ini terkenal dengan nama Kampung Kasih Sayang.

"Awalnya kita menuntut ilmu agama dengan Tuan Imam atau Muhammad Imam Hanafi . Di sini kami belajar agama, berbangsa dan bernegara Indonesia" katanya.  

Baca Lainnya: 

Menurutnya, warga Kampung Kasih Sayang terbuka dengan seluruh agama yang ada di Indonesia. Merek menjalin hubungan baik, silaturahmi selaku anak bangsa.

"Prinsip yang diajarkan Tuan Iman, agama itu mempunyai tujuan sama: agar orang beragama itu tidak kacau, " tambahnya.

Mengenal Kampung Paling Mandiri, Kampung Kasih Sayang di Bukit Tua (3)
zoom-in-whitePerbesar

Ia menganalogikan semua agama di Indonesia itu dimisalkan satu batang tubuh. Bersatunya semua agama adalah indonesia yang sejati. 

Kampung ini terbuka untuk siapa saja. Beberapa orang malah menjadikan kampung ini sebagai destinasi wisata, selain tentu saja ada beberapa lembaga atau instansi yang melakukan studi banding mengenai sistem perekonomian yang diteraplan di Kamping MATFA ini.