Panas Terik dan Kegerahan? Ini Dia Pilihan Tanaman Peneduh

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Panas Terik dan Kegerahan? Ini Dia Pilihan Tanaman Peneduh
Trubus.id -- Beberapa hari ini, sebagian daerah di Indonesia merasakan suhu udara yang sangat panas di siang hari. Apalagi di daerah perkotaan, lahan dengan pepohonan menjadi semakin menyempit. Udara yang panas di dalam rumah atau gedung bisa diatasi dengan memasang AC, namun AC tidak selamanya bagus, karena meskipun dingin, udara yang dihembuskan kering dengan kelembaban rendah sehingga kulit menjadi kering dan lebih cepat keriput.
Menurut Sigit Kusumawijaya, praktikus landscape, arsitek dan urbandesigner dalam laman pribadinya berjuluk SIG, yang perlu dilakukan adalah menanam pohon peneduh yang rindang, bukan pohon hias yang tumbuh ramping seperti pohon palem, karena pohon peneduh dapat menciptakan suasana lingkungan perumahan yang asri dan sejuk, menenangkan dan membuat Trubus Mania betah tinggal di rumah. Secara umum terdapat kriteria-kriteria dalam memilih jenis pohon peneduh untuk halaman rumah, yaitu:
Baca Lainnya : Tangkis Ancaman Lingkungan, China Bangun Jaringan Taman Nasional
- Penyerap gas CO2, Timbal serta menghasilkan Oksigen.
- Tinggi pohon lebih dari 3 meter, namun tidak lebih dari 12 meter. Perumahan-perumahan saat ini, biasanya menyediakan halaman untuk area tanaman dengan lebar 3x3 meter.
- Rimbun dengan kerapatan daun yang bisa menutupi sinar matahari.
- Tajuk luas atau mampu menutupi area yang luas.
- Perawatan mudah.
- Pertumbuhan agak cepat, namun tetap saja harus menunggu sekitar 3 tahun.
- Daun tidak mudah rontok.
- Ranting tidak mudah patah bila tertiup angin kencang.
- Ranting atau cabang tidak berukuran terlalu besar, karena berbahaya bila tumbang dan menimpa orang yang ada di bawahnya atau genteng rumah.
- Akar kuat menghujam ke dalam tanah sehingga pohon tidak mudah tumbang bila tertiup angin kencang.
- Akar tidak timbul ke permukaan sehingga merusak lantai dan tembok rumah atau trotoar.
Jenis pohon yang sesuai sebagai peneduh, antara lain:
1. Pohon Tanjung
Meskipun batang yang tidak terlalu besar dan belum terlalu tinggi, tetapi sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daun tidak mudah rontok, Ranting tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter, meskipun sangat jarang ditemui. Kebanyakan pohon ini setinggi 4-10 meter saja dan bertajuk lebar, berbeda dengan pohon angsana, mahoni, beringin yang bisa mencapai tinggi 30-40 meter, jadi sangat sesuai ditanam di halaman perumahan yang kecil.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
2. Pohon Kiara Payung
Pohon yang mempunyai nama ilmiah Fellicium decipiens, adalah pohon tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri biasa menyebutnya sebagai Japanese Fern Tree. Berikut ini alasan kenapa pohon ini layak direkomendasikan sebagai pohon peneduh di halaman rumah.
Pohon sangat rindang dan bertajuk sangat luas, bahkan mengalahkan pohon-pohon lainnya. Paling tinggi hanya 30-35 feet / 11 meter saja (data di internet), namun penulis sering menemui pohon ini hanya setinggi 4-8 meter. Ranting atau cabang pohon tidak terlalu besar. Ranting yang terlalu besar sangat berbahaya jika tumbang tertiup angin kencang. Sekedar info saja, cabang pohon yang besar tidak menjamin kekuatannya dalam menopang ranting-ranting kecil dan daun, terutama saat bertiup angin kencang.
Batang utama pohon tidak terlalu besar seperti Pohon Tanjung dan Pohon Mangga. Kemampuannya dalam menyerap gas CO2 (riset Endes N. Dahlan) berada diurutan ke-5 di bawah pohon Trembesi, Cassia, Kenanga, Pingku dan Beringin. Sedangkan pohon-pohon lain yang banyak di tanam di jalan seperti Pohon Mahoni ada di urutan ke-8, Pohon Johar ke-13, Pohon Akasia ke-18, Pohon Tanjung ke-19 serta Pohon Angkasa ke-25.
Pertumbuhan daun dari pohon Kiara Patung berbentuk bulat dan simetris secara otomatis tanpa perlu pemangkasan seperti jenis tanaman pagar teh-tehan. Sangat indah dari aspek estetika, sehingga desainer lanskap taman merekomendasikan pohon Kiara Payung sebagai pohon peneduh di beberapa hotel-hotel, bersama-sama pohon tanjung dan pohon sawo kecik.
3. Pohon Mangga
Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak kepermukaan yang dapat merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar.
Pada saat pertumbuhan, perlu bagi pemiliknya untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
4. Pohon Jambu air Syzygium aquenum
Pohon Jambu adalah pohon spesies asli Asia Tenggara. Pohon ini memiliki persyaratan yang baik. Tinggi pohon maksimal hanya 12 meter, namun sering dijumpai sekitar 4-10 meter. Batang utama tidak terlalu besar, tidak sebesar pohon mangga. Bertajuk lebat dan pertumbuhannya cepat seperti pohon mangga, sedangkan pohon kiara payung dan pohon tanjung pertumbuhannya agak lambat
Baca Lainnya : Inspiratif, Taman Berjalan Ini Jadi Solusi Hijau di Kota Poznan
Saat Trubus Mania membeli pohon peneduh, perhatikan hal berikut ini:
- Pilih pohon yang berukuran agak besar, meskipun mahal tidak apa-apa, karena menunggu pohon tumbuh 50 cm pada masa awal pertumbuhan akan sangat lama sekali.
- Pilih pohon yang sehat, tidak terdapat hama atau jamur yang melekat pada daun atau ranting. Pohon jambu air sangat rentan terhadap serangan hama terutama ulat karena ulat sangat menyukai cita rasa "daun" pohon Jambu.
- Pilih pohon dengan tunas bagian atas tidak terpotong. Kalau dalam kondisi terpotong, kemungkinan tunas baru akan tumbuh bercabang dan kesamping.
- Untuk peneduh, disarankan memilih pohon berasal dari biji, bukan cangkok. Kalau dari cangkokan, pohon akan buru-buru berbuah sehingga pertumbuhannya tidak maksimal (tidak terlalu tinggi).
- Jangan memangkas ranting atau daun pada pohon saat usia pohon masih terlalu muda karena daun yang lebat akan mempercepat proses fotosintesis dan pertumbuhan pohon, baik tumbuh ke samping maupun ke atas. Pangkaslah pohon bagian bawah bila pohon sudah mencapai tinggi 3 meter agar pohon menjadi semakin tinggi.
Dengan menanam pohon di rumah, maka kita telah berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sejuk, mengurangi polusi dan gas rumah kaca, serta menyimpan cadangan air tanah. [NN]
