Konten dari Pengguna

Selain Indah, Burung-burung Ini Jago Terbang Jauh untuk Bermigrasi  

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Sekitar 40 persen burung di seluruh dunia, bermigrasi dengan cara tertentu, entah itu penerbangan pendek ke tempat yang lebih hangat atau perjalanan panjang dan melelahkan. Seperti hewan lain yang melakukan migrasi, tujuan burung bermigrasi untuk menemukan tempat dengan lebih banyak sumber daya atau saat membutuhkan pembiakan. Banyak variabel berperan dalam bagaimana dan kapan burung memutuskan untuk bermigrasi, termasuk di antaranya iklim, ketersediaan makanan dan sumber daya lainnya.

Dari semua penyebab, keseimbangan khusus untuk setiap spesies merupakan tujuan migrasi. Lab Ornitologi Cornell menjelaskan jika kolibri dapat bertahan hidup pada suhu dingin asalkan ada cukup makanan untuk dibawa berkeliling. Sayangnya, banyak jenis burung yang berstatus sebagai spesies terancam punah, padahal mereka adalah penerbang tinggi spesial.

Godwit ekor panjang (Limosa lapponica)

Foto: NZ bird online.

Walau bukan burung besar, spesies ini membutuhkan penerbangan yang sangat panjang. Bahkan, migrasi godwit merupakan yang terpanjang dari burung mana pun di Bumi. Studi 2007 yang diterbitkan dalam Proceedings of Royal Society B melacak burung godwit bermigrasi dari Selandia Baru ke Laut Kuning di China yang berjarak sekitar 9.575 kilometer. Mereka bisa terbang lebih 6.800 mil selama sembilan hari tanpa berhenti, mengikuti jalan yang lebih panjang. Setidaknya, satu dari burung-burung itu kemudian terbang dari China ke Alaska dan kembali ke Selandia Baru.

Baca Lainnya : Kisah Burung Dodo, Burung Pintar yang Jadi Simbol Kebodohan

Whooping crane (Grus americana)

Burung terancam punah ini adalah yang tertinggi di Amerika Utara, hampir mencapai 1,5 meter. Mungkin, banyak yang menyangka jika whooping crane melakukan migrasi yang lebih panjang karena tinggi badannya. Ternyata, burung liar ini tidak terlalu panjang jalur migrasinya. Pada musim panas, mereka melakukan perjalanan ke selatan sepanjang 4.800 kilometer.

Calliope hummingbird (Selasphorus calliope)

Dari yang terbesar hingga terkecil, calliope adalah burung pemakan terkecil di Kanada dan Amerika Serikat dengan panjang tubuh sekitar 7 sentimeter. Burung kolibri kecil ini melakukan perjalanan yang mengesankan untuk ukuran mereka, walaupun perjalanan itu bukan untuk migrasi. Burung-burung ini berkembang biak di tempat yang tinggi, antara 1.219 dan 3.352 meter. Seringnya dekat gunung, sementara sarang mereka berada 12,1 meter dari tanah. Menurut Lab Ornitologi Cornell, burung kolibri ini melakukan perjalanan sejauh 8.046 kilometer setiap tahun.

Baca Lainnya : Detik-detik Kepunahan Burung Raksasa yang Hidup di Madagaskar

Burung beo jingga (Neophema chrysogaster)

Hanya tiga spesies burung beo yang bermigrasi, tetapi jumlahnya akan segera menjadi dua. Beo oranye adalah burung migran yang terancam punah, di mana Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memperkirakan tinggal 14 ekor beo oranye yang hidup di alam liar pada Februari 2017. Upaya sedang dilakukan untuk menyelamatkan spesies dengan membiakkannya di konservasi.

Burung beo tidak melakukan perjalanan jauh untuk migrasi. Mereka berkembang biak di South West Tasmania selama musim panas dan terbang melintasi Selat Bass ke Australia. Sering kali menetap di Victoria atau Australia Selatan di musim dingin, yang jaraknya sekitar 966 kilometer.

Eurasian wryneck (Jynx torquilla)

Foto: animal corner.

The Eurasian wryneck, sesuai dengan kemampuannya untuk memutar kepala hingga 180 derajat, merupakan burung pelatuk. Burung ini sering menggunakan kembali lubang yang dibuat pelatuk lainnya untuk bersarang daripada membuat lubang sendiri.

Menjadi satu-satunya pelatuk yang melakukan migrasi jarak jauh. Dari Eropa, burung ini akan bermigrasi saat musim dingin di selatan Sahara, melintasi negara-negara Afrika dari Sierra Leone ke Ethiopia dengan penerbangan mencapai 6.437 kilometer, tergantung titik awal dan tujuan burung. Burung pelatuk yang ada di Asia Tengah bermigrasi ke selatan ke India, Thailand dan bahkan Jepang selatan. Penerbangan ini bisa sepanjang 3.000 mil, tergantung pada titik keberangkatan dan pendaratan burung. [DF]