Konten dari Pengguna

Setelah 60 Tahun, Misteri Bulan Punya Mantel Terpecahkan Juga

Trubus ID
Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
20 Mei 2019 0:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Trubus.id -- Sejak lama, para ilmuwan telah menduga bahwa bulan memiliki mantel di bawah keraknya, sama seperti Bumi. Namun, selama 60 tahun terakhir penjelajahan bulan, termasuk Apollo, tidak memberikan bukti kuat.
ADVERTISEMENT
"Sekarang, kita memiliki bukti kuat bahwa bulan memiliki mantel di bawah keraknya," kata profesor Li Chunlai, wakil direktur the National Astronomical Observatory of China.
Li merupakan ilmuwan terkenal yang menempatkan Yutu atau Jade Rabbit di bulan saat melakukan misi Chang'e 4.
Di misi pertamanya pada 3 Januari lalu, Yutu menemukan olivin, mineral hijau yang dikristalisasi. Biasanya, olivin ditemukan di bawah tanah dalam sampel permukaan yang dikumpulkan di dekat lokasi pendaratannya.
"Setelah dianalisis lebih lanjut, olivin tersebut berasal dari kawah berdiamater 72 kilometer dari lokasi pendaratan Yutu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sisi jauh bulan memiliki lebih banyak kawah daripada sisi dekat yang menghadap Bumi.
"Mungkin, serangan meteor menembus mantel dan membawa material tersebut ke permukaan," beber Li.
Dahulu, lokasi pendaratan Yutu dipenuhi bebatuan. Tapi, sinar kosmik dan angin matahari membuat bebatuan menjadi debu.
"Kami temukan material yang terletak jauh di bawah kerak bulan," jelasnya.
Para ilmuwan meyakini bahwa bulan pernah tertutup oleh lautan batuan cair. Kemudian, zat yang lebih ringan naik ke permukaan dan membentuk kerak. Sementara yang lebih berat tenggelam untuk membentuk mantel dan inti. Dan, penemuan olivin mendukung teori tersebut.
ADVERTISEMENT
Dikatakan Li, penemuan tersebut bisa membantu para ilmuwan untuk menggambar peta sumber daya yang lebih akurat, termasuk volume dan distribusi mineral di bulan. Penemuan yang diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Nature, Kamis (16/5), menjawab beberapa pertanyaan mendasar tentang bulan seperti struktur internal dan sejarah pembentukannya. [DF]