Konten dari Pengguna

Studi Terbaru Ungkap Cara Praktis Daur Ulang Sampah Plastik Kemasan

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Untuk itu, para peneliti yang terlibat dalam studi tersebut mengajak masyarakat dunia untuk membantu pemerintah mendaur ulang sampah plastik. Sebagaimana diketahui, sampah plastik sulit terurai dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Dengan mengembangkan teknologi canggih, ilmuwan dari University of Georgia bekerjasama dengan perusahaan Unilever mendaur ulang sampah plastik hingga 100 persen sampai tahun 2025.

Baca Lainnya :

Memilah sampah itu sangat penting dilakukan. Umat manusia harus terus menjaga kelestarian alam dengan cara mengumpulkan sampah dan memilah-milahnya sesuai dengan bahannya.

Setelah sampah terkumpul, bisa menyetorkannya ke bank sampah yang mulai banyak dikembangkan baik oleh pemerintah ataupun swadaya masyarakat. Unilever juga memfasilitasi bank sampah di Indonesia yakni dengan membangun pabrik CreaSolv®, di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Hingga saat ini, kami memiliki 2.816 Unit bank sampah di seluruh Indonesia," kata Maya, selaku Division Head of Environment Sustainability Program, Unilever Indonesia Foundation, melalui siaran persnya, Senin (17/12).

Meski bank sampah milik Unilever hanya ada di Sidoarjo, tapi bank sampah tersebut juga sudah bisa ditemui di Medan, Bandung, Jabotabek, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Manado.

Baca Lainnya :

Selain itu, Unilever pun turut membantu mengolah sampah yang ada kemudian mendaur ulangnya, terutama untuk sampah plastik kemasan yang notabene sulit untuk didaur ulang.

Sejak 2011, Unilever bekerja sama dengan Fraunhofer Institute for Process Engineering and Packaging IVV untuk menemukan teknologi yang mampu mendaur kemasan plastik fleksibel. Maksud kemasan plastik fleksibel adalah plastik yang biasa digunakan sebagai kemasan produk, seperti kemasan saset dan kantong.

Teknologi ini telah ditemukan dan diluncurkan oleh Unilever pada 2017. Pabrik percontohan CreaSolv® Technology pun didirikan di Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan teknologi ini, sampah-sampahmu yang telah dipilah dan dikumpulkan di bank sampah akan diproses dan bisa didaur ulang.

Berikut, cara mendaur ulang sampah plastik kemasan yang gencar mereka lakukan:

Pelarutan: plastik atau polimer diekstraksi dari sampah plastik fleksibel dengan cairan pelarut khusus dan nantinya menjadi larutan polimer.

Pemurnian: larutan polimer disaring, dimurnikan dan dipindahkan ke ruang pengeringan, sementara residu (ampas plastik yang gak terpakai) dipisahkan untuk diolah menjadi produk lain.

Baca Lainnya :

Pengeringan: campuran lain diuapkan dari larutan polimer kemudian plastik polimer dikeluarkan dan diproduksi menjadi pelet plastik polimer. Nantinya, dari pelet plastik hasil daur ulang akan digunakan untuk membuat kemasan saset yang baru.

Pada tahap uji coba saja, CreaSolv® Technology mampu mengolah 3 ton sampah setiap harinya. Teknologi ini pun berhasil mengurangi emisi karbon dioksida sampai satu per enamnya.

Yang perlu diketahui adalah masyarakat gemar menggunakan kemasan plastik sekali pakai. Upaya Unilever ini adalah menciptakan teknologi agar bisa mendaur ulang sampah plastik agar bisa terus digunakan kembali.

Meski begitu, upaya ini gak akan tercipta tanpa adanya dukungan darimu, sebagai bagian dari masyarakat. Selain itu, pemerintah pun punya andil besar untuk memberikan fasilitas yang memadai. [RN]