Untuk Mengurangi Sampah Plastik, Harus Merubah Kebiasaan Sejak Kecil?

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Penggunaan plastik di kehidupan masyarakat Indonesia, memang seakan susah dilepaskan. Terlebih dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Padahal dampaknya bisa merusak lingkungan baik di dataran, sungai, hingga mencapai lautan lepas. Yang kian mengkhawatirkan, saat ini banyak ditemukan kejadian hewan laut yang mati dan tersangkut sampah plastik manusia.
Jika kita menengok ke belakang, penggunaan plastik di kehidupan manusia telah jadi kebiasaan sebagian besar manusia sejak semenjak kecil. Pertanyaan pun timbul. Bisa kah suatu saat nanti kebiasaan ini dihentikan sehingga tidak berakhir menjadi bencana?
Baca Lainnya : Pemerintah Targetkan, 2025 Sampah Laut Berkurang 70 Persen, Akankah Tercapai?
Urban Campaigner Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi mengatakan, meski terkesan sulit dilepaskan dari penggunaan plastik, namun manusia harus sadar dan memulai dari sekarang untuk sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan plastik.
"Kita juga memang harus pelan-pelan lah untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. Kita tahu ini perjalanan yang panjang, dan enggak bisa juga dong tiba-tiba jadi zero waste," ujarnya kepada Trubus.id ketika ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/8).
Karena itu ia menyarankan, mulai lah menerapkan gaya hidup untuk jarang menggunakan plastik. Misalnya, dengan membawa botol air mineral sendiri dari rumah, sehingga mereka di jalan tidak perlu beli air mineral dalam kemasan lagi.
Baca Lainnya : OTT Buang Sampah Sembarangan, Ratusan Warga Kena Denda Rp100 Ribu
"Ya kalau saya pikir, sama saja ya seperti orang berhenti merokok. Harus pelan-pelan sih agar bisa efektif. Dengan membawa kantong sendiri dari rumah ketika belanja ke supermarket, dan membawa botol air minum sendiri," sambungnya.
Atha menilai, cara pengurangan penggunaan plastik dengan perlahan ini lebih relevan, karena budaya penggunaan plastik khususnya di Indonesia memang sudah terbentuk sejak kecil. Sehingga, butuh waktu untuk mengubah kebiasaan itu.
"Ya karena kita pakai plastik dari jaman TK sampai sekarang juga masih ada, apalagi dengan kebiasaan buang sampah sembarangannya, jadi memang harus perlahan namun pasti buat dikurangi," tutupnya. [RN]
