kumparan
15 Jun 2019 0:09 WIB

Usai Lahirkan Anak ke 5, Jerapah Betina Ini Jalani Program 'KB'

Trubus.id -- Tahun 2017 silam, seekor jerapah betina jadi perhatian publik dunia maya. Hal itu terjadi karena saat proses kelahiran bayinya yang disiarkan langsung ke penjuru dunia, memikat ratusan juta penonton.
ADVERTISEMENT
Adalah April, nama jerapah betina yang telah melahirkan 5 bayi itu. Kini setelah ke lima anaknya mandiri, April diputuskan tidak akan bisa memiliki bayi lagi. Yah, pada 6 Juni silam, Jordan Patch, pemilik Animal Adventure Park di Harpursville, New York tempat April tinggal, mengumumkan di Facebook bahwa April akan pensiun dari program pemuliaan jerapah. Ia akan mulai menggunakan alat kontrasepsi hewan mamalia mulai 7 Juni.
April sendiri melahirkan anak jantan terakhirnya yang diberi nama Azizi, pada 16 Maret silam. Siaran langsung proses kelahiran Azizi ditonton lebih dari 300.000 orang di YouTube, kata perwakilan taman itu kepada Associated Press. 
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pada 2017, April melahirkan bayi jantan lain bernama Tajiri. Sekarang, pada usia 17, April akan menjalani sisa hidupnya di taman tanpa kehamilan lebih lanjut, kata Patch di Facebook. 
"Menjadi 17 tahun, dan telah melahirkan lima anak jerapah, April adalah ibu jerapah yang matang," kata Patch kepada Live Science dalam email. 
"April pasti melakukan bagiannya dalam propagasi dan akan tetap menjadi bintang inisiatif pendidikan dan konservasi." tambahnya lagi.
April sebelumnya menyusui Azizi hingga hampir 3 bulan saat ini. Azizi sendiri kini sudah setinggi 7 kaki atau sekitar 2 meter, dan sudah mulai makan makanan padat, kata Patch di Facebook. Minggu ini, pasangan jerapah akan dipindahkan dari kandang mereka saat ini di "Barn One" ke gudang jerapah kedua taman, di mana mereka akan tinggal bersama Tajiri, anak jantan April yang lebih tua.
ADVERTISEMENT
Oliver, jerapah jantan yang menjadi ayah Tajiri dan Azizi, akan memiliki teman baru di Barn One: seekor betina muda bernama Johari, kata Patch.
Pengendalian kelahiran biasanya diberikan kepada hewan liar di penangkaran melalui suplemen hormon dalam makanan mereka atau melalui implan hormon pelepas, meskipun kera dapat diberikan pil KB manusia, menurut American Association for Advancement of Science.
Rata-rata rentang hidup jerapah adalah sekitar 20 hingga 25 tahun di penangkaran, tetapi meskipun usia lanjut April, dia masih subur. Sementara menopause - tahap kehidupan pada wanita ketika kemampuan reproduksi berhenti - terjadi secara alami pada beberapa spesies, sebagian besar hewan betina tetap layak secara reproduktif (meskipun dengan mengurangi keberhasilan) sampai usia tua bahkan sampai mati. [RN]
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan