Konten dari Pengguna

Walau Tidak Biasa, Alergi Kentang Dapat Membahayakan

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Alergi kentang bukanlah hal yang umum, namun dapat menyerang siapa saja di usia berapa pun. Sayangnya, menghindari kentang di menu makanan bisa dibilang susah. Itu karena, kentang merupakan makanan pokok bernutrisi yang dikonsumsi banyak orang di berbagai negara. Oleh karena itu, waspadai gejala yang timbul saat Trubus Mania mengonsumsi kentang.

Penyebab Alergi Kentang

Alergi terhadap makanan disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah mengenali zat dalam makanan atau minuman sebagai zat asing. Alhasil, tubuh melawannya dengan memunculkan reaksi alergi sebagai pertahanan diri.

Kalau Trubus Mania alergi kentang, sistem kekebalan tubuh kalian menganggap protein, alkaloid, dan zat lain yang ada di kentang sebagai zat berbahaya. Zat tersebut dapat masuk ke tubuh berkali-kali tanpa memunculkan reaksi alergi. Begitu sudah melewati batas yang bisa ditoleransi, tubuh akan bereaksi. Tak heran kalau ada beberapa orang yang baru pertama kali mengalami alergi kentang setelah mereka beranjak dewasa.

Baca Lainnya : Ternyata Kentang Dulunya Tanaman Liar, Beginilah Asal-Usulnya

Gejala Alergi Kentang

Pada umumnya, reaksi alergi kentang terjadi saat makan kentang, baik mentah ataupun matang. Bisa dalam hitungan detik atau menit. Bagi beberapa orang, reaksi alergi bisa terjadi hingga beberapa jam setelah kontak langsung dengan kentang. Bahkan, ada pula orang yang bisa mengalami alergi saat menggunakan sendok, garpu, pisau, atau piring bekas olahan kentang.

Beberapa gejala alergi kentang:

Rhinitis, termasuk pilek, bersin, dan mata gatal.

Muncul ruam kemerahan di kulit.

Sakit atau gatal di tenggorokan.

Pembengkakan di mulut, lidah, atau tenggorokan.

Mual dan muntah.

Perut kembung.

Diare.

Baca Lainnya : Kentang, Tanaman Perdamaian Pemberantas Konflik, Ini Buktinya

Gejala alergi kentang yang ringan dapat diatasi dengan obat antihistamin. Jika kondisi tubuh atau gejala alergi semakin memburuk, segera pergi ke dokter. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut yang membahayakan. Selain itu, agar pasien mendapat penanganan yang tepat sesuai kebutuhan.

Yang Harus Diperhatikan jika Alergi Kentang

Sangat penting untuk membaca setiap label kemasan dari makanan atau produk yang ingin dikonsumsi secara saksama. Karena, kentang sering menjadi bahan tambahan untuk membuat makanan atau minuman olahan tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

Terkadang, kentang matang digunakan sebagai pengental makanan olahan seperti sup kalengan.

Tepung kentang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam makanan kemasan atau di restoran.

Pati kentang yang dimodifikasi, dapat ditemukan dalam berbagai macam produk, termasuk beberapa permen.

Keju parut mungkin mengandung tepung kentang.

Banyak jenis vodka yang terbuat dari fermentasi kentang.

Kentang juga digunakan sebagai ramuan obat herbal untuk mengatasi sakit perut. Selain itu, kentang sering digunakan sebagai obat herbal topikal untuk mengurangi radang atau bisul pada kulit.