Konten dari Pengguna

Wow, Potensi Durian Banyumas Capai Omset Rp500 Miliar Lampaui Pendapatan Asli Daerah

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Selain pada peningkatan produksi, Kementerian Pertanian (Kementan) juga meningkatkan daya saing dan perluasan pasar. Salah satunya komoditas durian di Banyumas, Jawa Tengah yang memiliki keunggulan dibanding durian dari negara tetangga.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kontes ini sebagai ajang untuk mempromosikan durian lokal. Banyumas memiliki banyak jenis durian salah satunya durian Bawor yang memiliki kemiripan dengan Monthong. Dulu eranya durian lain, sekarang Durian Bawor yang menjadi incaran pecinta durian. Rasanya enak sekali," terang kata Direktur Jenderal Hortikultuta, Suwandi saat menghadiri acara panen dan lomba durian lokal di Kemranjen, Banyumas, Sabtu (10/11). Hadir Bupati Banyumas, Muhammad Husein, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso dan perwakilan Bank Indonesia dan para petani durian.

Suwandi mengungkapkan, selain durian Bawor, Banyumas juga memiliki 16 varietas yang diperlombakan kali ini. Khusus durian Bawor merupakan varietas yang sudah dilepas Kementan, dinilai memiliki cita rasa lebih kuat dari Durian Monthong aslinya. Untuk itu, dalam rangka meningkatkan daya saing durian, ke depan Kemranjen, Banyumas harus didorong menjadi kawasan agro wisata.

Baca Lainnya : 5 Cara Ini Bisa Hilangkan Bau Mulut Usai Makan Durian Loh

"Dalam kesempatan kegiatan ini, kami akan berupaya memperluas pasar durian Bawor. Bila perlu kita harus ekspor baik berupa bentuk segar maupun olahan. Ini penting agar masyarakat terus semangat membudidayakan durian yang punya daya saing dan ke depan masyarakat bisa semakin sejahtera," ujarnya.

"Jadi kami mengajak siapa pun yang berkunjung ke Banyumas untuk mencicipi kelezatan buah asli Indonesia ini. Dengan begitu, masyarakat semakin menyadari keunggulan untuk kemudian cinta terhadap buah lokal," tambahnya.

Selain dikenal sebagai sentra durian, Kemranjen, Banyumas, sejak tahun 2003 juga sudah berkembang pembibitan dikenal nama varietas montong orange, bawor atau kromo banyumas, dengan produksi benih 100.000 batang. Harga di petani bervariasi Rp25.000 hingga Rp150.000 per batang tergantung umur bibit dan tinggi batang.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Luas areal durian 18.900 hektar dengan 189.000 pohon yang sudah menghasilkan 61.000 pohon dengan produksi 2017 sebesar 5.500 ton," ujar Suwandi.

"Sebanyak 16 varietas yang dikonteskan kami minta yang menang segera diajukan untuk mendapatkan izin pelepasan varietasnya. Ini potensi yang luar biasa untuk memajukan durian lokal. Kita harus cinta durian lokal, masyarakat tidak lagi konsumsi durian negara lain," sambungnya.

(Foto: Dok Kementan)

Baca Lainnya : Selain Dagingnya, Biji Durian Menyimpan 8 Manfaat Kesehatan

Bupati, Muhammad Husein menjelaskan, Kabupaten Banyumas memiliki durian Bawor yang rasanya lebih enak dari durian impor dan lainnya. Sejauh ini perhatian pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian ikut mendorong pengembangan durian Bawon dari hulu sampai hilir.

"Di sini daerah Kemranjen penduduknya rata-rata sudah tanam dunia. Rasanya luar biasa, enak, manis, dagingnya tebal. Durian ini bisa bikin romantis. Terima kasih untuk Kementan, Pak Dirjen Hortikultura selalu hadir di tengah petani," katanya.

Hingga saat ini, omset durian di seluruh Banyumas mencapai Rp500 miliar. Hal tersebut menandakan potensi yang luar biasa mengalahkan pendapatan asli daerah. 

"Jadi harus kedepankan perbaikan kualitas. Begitu konsumen makan durian di sini, mereka terkesan untuk kembali lagi," katanya.

Baca Lainnya : Hobi Makan Durian, Teruskan karena Kaya Serat dan Gizi

Sementara itu, Sekretaris kelompoktani Tri Mulya, Desa Pangeralang, Kecamatan Kemranjem, Banyumas, Slamet menjelaskan musim panen durian di Banyumas berlangsung lima bulan dalam setahun, yaitu November sampai April.

"Durian masih dipasarkan lokal di jawa tengah, bahkan sampai ke Bandung, Jakarta dan luar jawa. Harga di petani Rp 45.000 perkg, sedangkan harga eceran di Banyumaa Rp 65.000 perkg," katanya.

"Untuk itu, kami sangat menyambut baik jika durian Bawor ini diperluas pasarnya. Pemerintah menaruh perhatian yang tinggi agar durian kami bisa mendominasi pasar dalam negeri bahkan pasar ekspor," pungkasnya. [NN]