Konten dari Pengguna

YYBF Bird Farm, Cetak Calon Juara Merpati Kolongan dari Trah Jawara Lapangan

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YYBF Bird Farm, Cetak Calon Juara Merpati Kolongan dari Trah Jawara Lapangan

Trubus.id -- Aroma persaingan nampak sengit ketika 2 merpati mengudara dan saling kejar untuk mendarat lebih dulu di punggung betina pasangannya masing-masing. Namun untuk mendapat titel juara merpati kolongan, upaya kedua burung tadi tidak cukup sampai di situ. Syarat wajib lain selain kecepatan terbang, burung yang dilombakan harus berhasil masuk ke kotak kolongan yang kokoh berdiri di atas landasan. 

Pertarungan itulah yang membuat banyak penghobi merpati kolongan lupa daratan. Mencari jagoan tangguh yang bisa menjuarai berbagai ajang perlombaan. Hal yang sama dirasakan Yulis. Pemilik YYBF Bird Farm yang bermarkas di kawasan Taman Kota, Jakarta Barat ini sampai harus melanglang buwana ke berbagai wilayah untuk mendapatkan burung dari trah jawara. 

Namun kini, jerih payah yang selama ini ia lakukan sudah mulai terbayarkan. Burung-burungnya sudah banyak yang menyabet gelar juara dari berbagai ajang lomba kolongan di ibu kota. Ketika disambangi di farmnya, Yulius menceritakan bagaimana awal mulanya ia bisa terjun menekuni hobi merpati kolongan hingga usahanya mencetak calon burung-burung jawara dari trah pilihannya.

"Pertama kali tau main burung (dara/merpati-red) dari papa di tahun 70-80-an. Papa main burung dara balap kala itu. Tapi berhenti di tahun 92. Lalu saya mulai main sama kaka saya yaitu Yuma. Jadi kenal burung dara sebenarnya sudah dari kecil. Dari SD," terang Yuma ketika dijumpai Trubus.id di farmnya belum lama ini.

Yulius menambahkan, awalnya ketika ia masih belia, di lapangan didominasi golongan orang tua. Namun ketika bertambahnya usia, semakin banyak anak muda yang mulai gemar dengan burung dara kolongan.

"Awalnya waktu kecil aku liat di lapangan yang main burung kebanyak orangtua. Tapi begitu tambah besar main ke lapangan lagi, sudah banyak anak muda yang main. Sekitar tahun 2014 lah saya mulai main ke lapangan (lapak burung dara kolongan-red)," terang Yulius.

Dengan bermodalkan 2 pasang burung yang dibelinya seharga Rp7,5 juta, Yulius mulai mencoba peruntungannya di berbagai ajang lomba. Hasilnya cukup memuaskan. Kedua pasang burung miliknya berhasil keluar menjadi juara dan membawa pulang motor sebagai hadiahnya.

Kala itu, Yulius masih belum merawat sendiri burung-burung jawaranya. Ia masih menitipkan burung-burung itu pada jokinya untuk dilatih setiap hari dan dilombakan di akhir pekan. Namun kini, sudah ada 80 pasang burung di farm miliknya.

"Kandang YYBF berdiri tahun 2016. Kandang-kandang ini hasil dari lomba yang dimenangkan burung-burung saya," terang Yulius bangga.

Untuk melebarkan sayap, Yulius sendiri kini menernakkan burung-burung jawaranya untuk dilepas ke pasaran. Terbukti, permintaan piyik atau anakan burung dari trah burung jawaranya cukup diminati banyak kalangan. Adapun beberapa pasangan trah jawara yang kini jadi andalan Yulius diantaranya adalah Trah yakuza.

"Trah Yakuza ini sepasang kakak beradik. Jadi disebutnya line breed. Kelebihannya betinaya punya lar 11. Tidak seperti burung dara umumnya yang hanya punya lar 10," terang Yulius.

Selain Trah Yakuza yang sudah cukup terkenal di ajang lomba burung dara kolongan, ada juga trah ciblek yang jadi andalan Yulius. Burung dengan warna tritis batik ini juga kerap membawa pulang motor baru usai menjuarai lomba di ibu kota.

Namun selain kedua trah tadi, burung yang menjadi kesayangan Yulius adalah burung bernama Aktor. Burung itu dibeli saat menjuarai turnamen di HI di Bekasi. Di tangan Yulius sendiri, Aktor dalam setahun tercatat sudah memenangi 19 kejuaraan di berbagai wilayah. 

Anakan dari burung-burung jawara di kandang YYBF sendiri kini sudah banyak memenangi berbagai kejuaraan di berbagai wilayah. Yulius menyebut, bagus tidaknya burung itu ditentukan dari trah indukannya. Karenanya, trah adalah syarat utama dalam mencari burung berbakat. 

Tak salah jika untuk mempertahankan kualitas anakannya, Yulius menyimpan pacekan atau betina-betina handal yang memiliki keturunan yang bagus. Adapun beberapa pacekan yang jadi andalan di YYBF di antaranya anakan dari darah Armada, Queen, Sayur dan tentunya Yakuza.

Anakan burung dara dari farm YYBF sendiri banyak dijual melalui lelang. Yulius cerita, di grup lelang yang ada di sosial media, anakan dari farmnya bisa laku terjual mulai dari Rp1 juta-5 juta per pasangnya.

Namun harga itu tentu jauh berbeda dengan harga burung yang sudah menjadi juara. Karena jika sudah menjadi juara, sepasang burung dara kolongan miliknya bisa dihargai hingga puluhan juta. [RN]

video youtube embed