Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Anak SD Gandekan Bijak Gunakan Gadget

Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tsaabita Aaqila Nur Hasyim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Selasa, 30 Juli 2024, Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro dari jurusan Psikologi, Tsaabita Aaqila Nur Hasyim, berhasil menyelenggarakan program monodisiplin keilmuan-nya dengan mengadakan pemberian psikoedukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak SD untuk menggunakan gadget dengan bijak dan digunakan sesuai dengan usianya, serta menghindari risiko kecanduan bagi anak-anak. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan di kelas 6 SDN Gandekan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam kepada siswa-siswi mengenai bahaya kecanduan gadget, yang semakin marak terjadi di kalangan anak-anak usia sekolah dasar.
Tsaabita memberikan informasi mengenai durasi ideal penggunaan gadget untuk anak-anak, ciri-ciri anak yang telah mengalami kecanduan gadget, serta dampak negatif yang bisa terjadi akibat kecanduan tersebut. Selain itu, ia juga memberikan tips dan strategi untuk mencegah kecanduan gadget sejak dini.
Penggunaan gadget yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan konsentrasi, penurunan prestasi belajar, hingga masalah kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, kegiatan ini dianggap sangat penting untuk membantu anak-anak memahami risiko-risiko tersebut dan bagaimana mereka dapat menghindarinya.
Tsaabita memulai sesi dengan mengajukan pertanyaan sederhana, "Apa itu gadget?" untuk memastikan bahwa siswa-siswi memahami definisi dasar dari gadget. Kemudian, dilanjutkan dengan menanyakan, "Siapa yang sudah memiliki gadget pribadi?" Hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa memiliki gadget sendiri, yang mengindikasikan betapa pentingnya topik ini bagi mereka.
Siswa-siswi yang berpartisipasi aktif dalam diskusi ini diberikan reward berupa bolpoin dan stiker bertuliskan "Be Wise in Using Your Gadget". Reward ini bertujuan untuk memotivasi siswa-siswi agar lebih bijak dalam penggunaan gadget sehari-hari.
Mereka tidak hanya memahami dampak negatif dari kecanduan gadget, tetapi juga mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mengelola penggunaan gadget dengan lebih baik. Diharapkan, setelah kegiatan ini, siswa-siswi dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi contoh bagi teman-teman mereka.
