Pengaruh Cahaya Lampu Terhadap Kualitas Tidur

Mahasiswa FKUIN SYARIF HIDAYATULLAH
Tulisan dari Tsamara Ali Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tidur dengan lampu menyala atau sebaliknya adalah preferensi pribadi setiap orang. Sebagian orang tidak bisa tidur tenang tanpa adanya cahaya lampu, sebagian yang lain justru sebaliknya. Hal ini menjadi perbincangan serius mengingat beberapa sumber mengatakan bahwa tidur dengan lampu menyala dapat mempengaruhi kualitas tidur.
Dalam agama Islam Rasulullah mengajarkan untuk mematikan lampu saat hendak tidur, yang mana hal ini tertera dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari. Dalam hadist tersebut, Rasulullah bersabda “Padamkanlah lampu-lampu di malam hari pada saat kalian tidur malam, kuncilah pintu dan tutuplah bejana, makanan dan minuman.”

Tidur didefinisikan sebagai keadaan tak sadar yang dapat dibangunkan dengan rangsangan.
Ketika tidur berbagai sistem saraf dalam otak kita mengalami perubahan keseimbangan antara aktif dan tidak aktif. Fakta ini membuktikan bahwa tidur bukanlah suatu proses yang pasif, melainkan sebuah aktivitas yang dapat dibangkitkan.
Kualitas tidur menjadi penting mengingat hal ini berperan untuk membentuk kepuasan ketika beristirahat. Seseorang dengan kualitas tidur yang rendah bisa mengalami gejala lelah berkepanjangan yang bisa memicu timbulnya perasaan gelisah, lesu dan tidak bersemangat. Berbagai penelitian juga menunjukan bahwa kualitas tidur yang buruk berdampak pada metabolisme karbohidrat sehingga bisa menjadi faktor resiko terjadinya diabetes.
Kualitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satu diantaranya adalah keberadaan cahaya di ruang tidur kita. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?
Perlu kita ketahui, terdapat hormon yang berperan krusial dalam proses tidur. Hormon tersebut dikenal dengan hormon melatonin. Hormon ini diproduksi di otak, tepatnya di pineal gland. Secara teknis, melatonin ini bekerja mengatur irama sirkadian atau yang lebih kita kenal dengan jam biologis tubuh.
Faktanya, hormon melatonin ini sangat dipengaruhi oleh cahaya. Berbagai sumber mengatakan bahwa keberadaan cahaya bisa menghambat produksi melatonin dalam darah sehingga menyebabkan keseimbangan kadar hormone ini terganggu. Hal ini jelas akan berpengaruh pada fungsi hormon melatonin sebagai pengatur irama sirkadian, sehingga pada manusia akan termanifestasi sebagai gangguan proses tidur.
Jadi, tidur dengan lampu menyala bisa mengurangi kualitas tidur. Hal ini juga dibuktikan dengan berbagai penelitian yang mengatakan bahwa penggunakan lampu ketika tidur berpengaruh terhadap kualitas tidur. Maka dari itu, ada baiknya kita mulai belajar tidur dengan lampu redup atau bahkan tanpa lampu sama sekali demi meningkatnya kualitas tidur kita.
Sumber : Rusmiyati RS, Tafwidah Y, Irsan A. Effect Of Lamp Light Use With Juvnile’s Sleep Quality In Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. 2015
