Mengenal IFCAS: Sistem Budidaya Terpadu Ikan dan Tanaman yang Berkelanjutan

Mahasiswa Aktif Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Tsaniatul Maghfiroh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sektor perikanan budidaya terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah dengan potensi budidaya perikanan yang besar, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan lahan dan pengelolaan limbah budidaya. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu inovasi tersebut adalah Integrated Floating Cage Aquageoponics System (IFCAS), yaitu sistem budidaya terpadu yang menggabungkan keramba jaring apung dengan budidaya tanaman. Limbah hasil metabolisme ikan nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sedangkan tanaman membantu menyerap unsur hara sehingga kualitas air tetap terjaga. Sistem ini memungkinkan budidaya ikan dan tanaman dilakukan secara bersamaan dalam satu siklus yang saling mendukung.
Melalui edukasi IFCAS, masyarakat diharapkan memahami konsep, cara kerja, dan manfaat teknologi ini sehingga dapat menjadi alternatif budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di Desa Tambaksari.
Kesan: ”Masyarakat sangat aktif dan merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru mengenai sistem budidaya.”
Laporan oleh: Tsaniatul Maghfiroh
