kumparan
18 Sep 2019 11:48 WIB

10 Penerbangan dari Yogyakarta Batal Akibat Kabut Asap di Kalimantan

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisucipto, Agus Pandu Purnama, saat diwawancarai di Yogyakarta International Airport (YIA), Rabu (18/9). Foto: erl.
Setidaknya ada 10 penerbangan dari Yogyakarta yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan sejak Sabtu (14/9). Dua bandara di Yogyakarta, Bandara Adisucipto dan Yogyakarta International Airport (YIA), kena imbas hingga jumlah penumpang hanya mencapai rata-rata 90 persen dari kapasitas tempat duduk.
ADVERTISEMENT
Dari Bandara Adisucipto, rata-rata ada enam penerbangan yang dibatalkan setiap harinya akibat gangguan asap tebal di wilayah Kalimantan. Sementara itu, di Yogyakarta International Airport empat penerbangan pulang-pergi pun batal diterbangkan.
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisucipto, Agus Pandu Purnama, mengatakan sejak Sabtu (14/9), ada beberapa maskapai penerbangan yang tidak beroperasi lantaran bencana kabut asap. Kabut asap ini berkaitan erat dengan visual visibility (jarak pandang).
"Memang seluruh maskapai, terutama yang di sini (Yogyakarta International Airport) Batik Air dari Palangka Raya dan Samarinda no operation. Kalau di Adisucipto itu ada tiga maskapai, yaitu Lion kemudian Xpressair, dan Nam Air," tutur Pandu, Rabu (18/9).
Di Bandara Adisucipto, ada tiga maskapai penerbangan dari Pontianak dan Samarinda yang membatalkan penerbangannya sejak Sabtu (14/9). Namun, Pandu mengatakan penerbangan ke Palangka Raya sudah kembali beroperasi mulai hari ini. Adapun rute penerbangan ke Samarinda masih dialihkan ke Balikpapan.
ADVERTISEMENT
"Ini cukup membuat para penumpang sering kali stand by di sini untuk menunggu keberangkatan. Sementara di Adisucipto sudah tiga kali ada beberapa pesawat yang postpone menunggu kepastian karena ini susah diprediksi," tambahnya.
Menurut Pandu, kabut asap memang sulit diprediksi lantaran bergantung pada arah angin. Jika arah angin bertiup ke selatan, maka pesawat baru bisa melakukan pendaratan di bandara Samarinda atau pun Palangka Raya.
"Saya sih berharap kabut asap ini memang segera diatasi karena memang dampaknya tidak hanya di Adisucipto mungkin ya karena rute-rute yang lain juga demikian," ungkapnya.
Pandu mengungkapkan, sampai saat ini untuk penerbangan masih dialihkan ke Balikpapan karena memang lebih aman dari sisi visibility.
"Kalau di bawah satu kilometer memang berbahaya," ungkapnya. (erl/adn)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan