kumparan
15 Sep 2019 13:14 WIB

Anak-anak di Bantul Dikenalkan '9 Nilai Integritas KPK' lewat Dongeng

Saut Situmorang saat mendongeng di depan orang tua dan anak-anak di kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Minggu (15/9). Foto: erl.
Ratusan anak bersama orang tuanya terlihat mengelilingi panggung alami yang ada di kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Minggu (15/9).
ADVERTISEMENT
Mereka sengaja datang untuk mendengarkan rangkaian dongeng yang diceritakan oleh para pendongeng dalam acara 'Menyemai Benih Integritas: Pagelaran Dongeng Jogja 19 Gemah Ripah Loh Ceritane'. Hajatan ini merupakan gagasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mensosialisasikan sikap integritas terhadap anak-anak bangsa.
Salah satu pendongeng yang hadir pagi itu adalah Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Pagi itu, Saut mengambil cerita tentang Zimba dan Humbaya. Tak hanya bercerita, Saut juga memainkan alat musik saksofon di hadapan ratusan anak yang hadir pagi itu.
Saut membawakan cerita itu sembari memasukkan 9 Nilai Integritas KPK yang harus dimiliki oleh jajaran personel yang ada di lembaga antirasuah tersebut. Kesembilan nilai tersebut di antaranya adalah Jujur, Peduli, Mandiri, Disiplin, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani, dan Adil.
ADVERTISEMENT
"Banyak sekarang orang yang tindakan dan pikirannya tidak sama, ngomong A ternyata kenyataannya B," ujar Saut.
"Saya sengaja berani untuk mendongeng agar KPK nanti tidak menjadi sekadar dongeng saja," tambahnya.
Usai mendongeng, Saut mengungkapkan, sebenarnya program mendongeng ini adalah program yang cukup lama digagas oleh KPK. Hanya saja ada beberapa bahan saja yang kurang. Seperti materi yang kurang banyak dan kegiatan yang juga masih terbatas sehingga tidak bisa menyasar ke semua pihak.
Saut menambahkan, program ini sebenarnya menyasar ke semua jenjang pendidikan. Karena hal tersebut merupakan perintah undang-undang yang berlaku saat ini, di mana KPK harus masuk ke semua jenjang pendidikan.
"Nah, kemudian siapa yang passion untuk mendongeng, yang suka menginspirasi. Nah, itu di KPK juga banyak. Bahkan ada anggota KPK yang menjadi pendongeng seperti ini menjadi penyidik yang keren juga," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, hal ini hanyalah sebuah pintu masuk yang kemudian bisa mempelajari hal-hal yang lain. Bagaimana KPK bisa membangun integritas itu persoalan bangsa Indonesia. Jika sebuah dongeng disisipkan soal 9 Nilai Integritas, maka cerita yang dibangkitkan kepada anak-anak bisa menginspirasi untuk bisa bersikap jujur, berintegritas dan lain-lain.
"Jadi hari ini baru seperti ini belum begitu banyak yang kita berikan," ujar Saut.
Khusus untuk program mendongeng ini, pihaknya akan menjadikannya sebagai program tahunan. Menurut Saut, membangun integritas hanya sesekali saja, sama saja dengan sikat gigi yang hanya sekali-sekali, nanti akan sakit gigi juga.
"Sembilan nilai itu satu paket, tidak bisa dipisah-pisahkan," tandas Saut. (erl/adn)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan