kumparan
News18 Januari 2020 15:20

Harga Cabai di Temanggung Melonjak Hingga Rp 65 Ribu per Kilogram

Konten Redaksi Tugu Jogja
images (30).jpeg
Ilustrasi cabai. Foto: Kumparan.
Dalam sepekan terakhi harga komoditas cabai di Kabupaten Temanggung mengalami lonjakan tajam. Minimnya stok cabai dari para petani setempat diduga menjadi pemicu naiknya harga yang cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
"Sepekan terakhir harga cabai memang melonjak, dan yang naiknya paling tinggi itu cabe jenis stret atau lombok setan mencapai Rp 25.000. Sebelumnya Rp 40.000 sekarang menjadi Rp Rp 65.000 per kilogram,"kata Hidayah pedagang sayur di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, Jumat (17/1/2020).
Selain cabai lombok setan, jenis cabai lainnya yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai keriting merah dari Rp 45.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram. Kemudian cabai rawit hijau dari semula Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram, cabai rawit merah dari Rp 40.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram.
Menurut dia, fluktuasi harga cabai di awal tahun 2020 ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, sebab pada awal tahun biasanya harga cabai cenderung normal, yakni antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kilogram. Akan tetapi kali ini lonjakannya dirasa cepat sekali.
ADVERTISEMENT
Dikatakan, pada kondisi normal biasanya pedagang mendapat pasokan antara 30 hingga 50 kilogram cabai per hari untuk setiap jenis, akan tetapi sekarang hanya 25 kilogram saja. Jumlah itu sendiri merupakan pasokan dari pedagang yang berasal dari luar Kabupaten Temanggung.
Partini pedagang sayuran lainnya menuturkan selain cabai, harga sejumlah sayuran juga ikut naik. Antara lain, kobis dari harga Rp 4.000 per kilogram menjadi Rp 6.000 per kilogram, tomat dari harga Rp 7.000 menjadi Rp 10.000. Buncis dari harga Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 dan wortel dari harga Rp 9.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.
"Kenaikan ini kemungkinan karena minimnya barang sehingga pasokan sedikit maka harga naik. Tapi naiknya harga ini tidak membuat pedangan untung, sebab tidak diikuti lonjakan permintaan, malah justru cenderung turun,"katanya. (ari)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan