Ibu Bocah SD yang Dirantai di Purbalingga Sedang Hamil 5 Bulan

Konten Media Partner
15 Maret 2021 8:09
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ibu Bocah SD yang Dirantai di Purbalingga Sedang Hamil 5 Bulan (54251)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kehamilan. Foto: Pixabay/StockSnap
ADVERTISEMENT
Masyarakat Desa Kalimanah Kulon. Purbalingga, Jawa Tengah, digegerkan dengan adanya seorang anak yang dirantai oleh orang tuanya di gudang. Berdasarkan informasi, anak tersebut dirantai karena dinilai nakal oleh orang tuanya.
ADVERTISEMENT
Hal yang menimpa MNA (8), pertama kali diketahui oleh salah seorang tetangga. Dengan segera ia melaporkannya pada pihak desa untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Tak hanya itu, pihak desa juga memanggil orang tua MNA untuk diminta keterangan lebih lanjut. Namun, sang ayah mengaku sudah tidak sanggup untuk mengurus anaknya.
Ibu Bocah SD yang Dirantai di Purbalingga Sedang Hamil 5 Bulan (54252)
zoom-in-whitePerbesar
Mediasi yang dilakukan antara pemerintah desa dengan orang tua MNA. Foto: istimewa.
"Istrinya (Ibu MNA) sedang hamil 5 bulan. Ketika mediasi (dengan orang tua MNA) dengan baik, yang bersangkutan ngeyel, dia merasa benar, anaknya nakal," ujar Sekretaris Desa Kalimanah Kulon, Hary Susanto, saat diwawancarai Tim Tugu Jogja, Minggu (14/3/2021).
"Karena situasi tidak memungkinkan, dan perlu pihak berwajib," lanjutnya.
Ibu Bocah SD yang Dirantai di Purbalingga Sedang Hamil 5 Bulan (54253)
zoom-in-whitePerbesar
Informasi selengkapnya klik di sini.
Orang tua MNA pun dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tidak hanya itu, sejumlah saksi juga dipanggil untuk dimintai keterangan.
Ibu Bocah SD yang Dirantai di Purbalingga Sedang Hamil 5 Bulan (54254)
zoom-in-whitePerbesar
adv
"Setelah diinterogasi, dan saksi dipanggil, selesai, ancaman hukuman kurang paham, setau saya 5 tahun untuk suaminya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sedangkan untuk Ibu MNA dibawa kembali ke Balai Desa karena masih menunggu pertimbangan terkait dengan kondisi kehamilannya. Saat ini, MNA dibawa oleh neneknya untuk tinggal bersama.
Hary mengungkapkan keseharian orang tua MNA adalah berjualan lele di pasar. Keduanya juga kurang bersosialisasi dengan warga sekitar.
"(orang tua MNA) kurang bersosialisasi, etikanya untuk di warga juga tidak ada untuk menjadi seorang warga yang baik," ujarnya. (Eva Mintarsih)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020