Jogja Perlu Perbanyak Laboratorium untuk Perkuat Wisata Kesehatan Pasca Pandemi

Konten Media Partner
18 Juni 2023 18:42 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kegiatan di laboratorium. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kegiatan di laboratorium. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemerintah RI mulai menerapkan status endemi setelah mempertimbangkan kasus Covid-19 yang mulai mereda di banyak wilayah.
ADVERTISEMENT
Menyambut keputusan itu, Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibarasi Yogyakarta, Woro Umi Ratih mengatakan DIY sebagai salah satu destinasi wisata populer dinilai perlu mempersiapkan sejumlah sarana untuk merealisasikan terwujudnya wisata kesehatan (health tourism) dan wisata kebugaran (wellness tourism).
"Salah satu yang dibutuhkan untuk menyokong Yogyakarta sebagai destinasi kesehatan dan kebugaran itu kelengkapan laboratoriumnya," kata Kepala Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibarasi Yogyakarta Woro Umi Ratih saat dijumpai usai peluncuran laboratorium Widya Genomic Nusantara, Sabtu (17/6/2023).
Woro mengatakan semakin lengkapnya jenis laboratorium khusus berbasis bioteknologi seperti yang dihadirkan Widya Genomic di Yogyakarta itu diyakini akan mendatangkan angka wisatawan yang lebih tinggi.
Menurutnya, tak sedikit perilaku wisatawan yang memeriksakan kondisi terkait kesehatannya sembari berlibur. Apalagi layanan epigenetik memang masih sangat jarang ditemukan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Yogyakarta akhirnya bisa memiliki laboratorium pertama yang bisa melakukan uji epigenetik, ini akan mendorong orang tak harus pergi jauh ke kota-kota besar atau luar negeri jika ingin mendapatkan pelayanan itu," ungkapnya.
Woro juga memastikan wisatawan akan memperoleh banyak manfaat lantaran uji epigenetika itu memiliki fungsi untuk membantu seseorang mengetahui usia biologisnya, panjang telomer, dan laju penuaan yang dialaminya.
Selain itu, uji epigenetika juga menjadi indikator terbaik untuk menilai sehat tidaknya gaya hidup seseorang. Sehingga akan membantu seseorang mengetahui, hal hal apa yang perlu diperbaiki untuk bisa hidup lebih sehat dan memperpanjang usianya.
"Bagi Pemerintah, penelitian epigenetik itu bisa membantu mengetahui bagaimana peta genetik masyarakat di suatu wilayah, sehingga bisa membantu dalam pengambilan kebijakan dalam pengurangan resiko negatif suatu penyakit," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Kami berharap nantinya bisa kekerjasama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam hal pendataan. Mengingat DIY merupakan provinsi yang memiliki usia harapan hidup tertinggi di Indonesia," sambungnya.
Founder sekaligus Komisaris Widya Genomic Nusantara, Kiwi Aliwarga mengatakan hal yang mendasari dirinya mendirikan laboratorium ini karena tragedi yang dialami oleh orangtuanya yang terkena penyakit degeneratif, sehingga ia ingin menyelamatkan banyak generasi dengan mendeteksi sedini mungkin kondisi kesehatannya.
Kiwi menyebut pemeriksaan genomik nantinya dapat dimanfaatkan untuk banyak hal, termasuk memperkirakan risiko, diagnosis, monitoring serta pemilihan obat dan gaya hidup berdasarkan gen.
"Kehadiran kami (di Yogyakarta) ingin membantu Anda mengenali lebih dari 80 sifat genetik sehingga Anda bisa tahu nutrisi, olahraga, kecenderungan akan kebiasaan dan meminimalkan resiko penyakit," katanya.
ADVERTISEMENT
Sementara Pakar molecular biotechnology yang juga pimpinan Laboratorium Widya Genomic Nusantara, Risa Shofia menyebut uji epigenetika akan membantu masyarakat untuk mengetahui panjang telomer, laju penuaan, dan usia biologis melalui tingkat metilasi DNA.
Jika ketiga hal itu sudah diketahui, masyarakat diharapkan bisa semakin peduli dengan kesehatan dan gaya hidup mereka agar di usia yang sudah lanjut nantinya kondisi tubuh selalu prima dan sehat.
"Rasanya, hidup lebih lama dengan kesehatan yang tetap prima, bisa bercengkerama dengan orang-orang tercinta dan menjalani hidup yang penuh makna adalah impian semua orang di seluruh dunia. Semoga, kehadiran Widya Genomic Nusantara dengan uji epigenetikanya bisa membantu kita untuk mengubah mimpi tersebut menjadi nyata," tandasnya.