News
·
16 April 2021 8:03

Kota Magelang Raih Predikat Terbaik Ketiga Penghargaan Pembangunan Daerah

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Kota Magelang Raih Predikat Terbaik Ketiga Penghargaan Pembangunan Daerah (109721)
Wali Kota Magelang Muchammad Nur Aziz menerima penghargaan dari Gubernur Ganjar. Foto: istimewa
Kota Magelang meraih predikat terbaik ketiga dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. Penghargaan untuk kategori kota ini diserahkan langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz.
ADVERTISEMENT
Penyerahan dilakukan dalam acara Musrenbang perubahan RPJMD Provinsi Jawa Tengah tahun 2018-2023 dan RKPD Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (14/4). Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz menilai, penghargaan ini adalah prestasi kepemimpinan sebelumnya, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja dengan baik dalam membangun daerah.
“Penghargaan ini bagi Wali Kota sebelum saya, Pak Sigit, dan teman-teman OPD, camat, lurah yang hebat-hebat. Saya hanya membantu menerimanya," katanya, Kamis (15/4/2021).
Dalam penghargaan ini, yang meraih predikat terbaik 1 adalah Kota Semarang dan terbaik 2 Kota Surakarta. Adapun kategori kabupaten, terbaik 1 diraih Kabupaten Pati, terbaik 2 Kabupaten Banyumas, dan terbaik 3 Kabupaten Pekalongan.
ADVERTISEMENT
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Handini Rahayu menerangkan, penilaian PPD ini berdasarkan perencanaan yang telah dibuat pada tahun 2020 lalu. Antara lain, dilihat dari proses, substansi, dan pendekatan perencanaan. Perencanaan ini kemudian disandingkan dengan aturan-aturan yang ada, sudah sesuai dengan aturan apa belum.
Terpenting lagi, lanjut Dini, ada penilaian khusus untuk inovasi daerah. Penilaian ini yang kemudian memicu pihaknya untuk terus melakukan pengembangan dan inovasi. Dalam PPD tersebut, pihaknya menggunakan sejumlah inovasi yang ada.
“Kita ajukan beberapa inovasi, tapi koornya untuk integrasi perencanaan di Kampung Teduh (Tematik, Terpadu, dan Hijau). Ini salah satu inovasi masyarakat bersama pemerintah daerah dalam pembangunan,” jelasnya.
Dengan adanya penilaian inovasi ini, menurut Dini, menjadi tantangan ke depan agar Pemkot Magelang terus mengembangkan inovasi tiap tahunnnya. Terutama yang terkait dengan perencanaan, sehingga diharap prestasi dapat meningkat di tahun mendatang.
ADVERTISEMENT
“Ini juga tantangan ke depan, paling tidak kita bisa naik tingkat di terbaik kedua atau bahkan terbaik pertama,” imbuhnya. (ari)