kumparan
News22 Februari 2020 16:07

Mahfud MD Sambangi SMP N 1 Turi dan Sampaikan Belasungkawa

Konten Redaksi Tugu Jogja
IMG-20200222-WA0103.jpg
Menkopolhukam, Mahfud MD, saat menyambangi SMP N 1 Turi, Sabtu (22/2/2020). Foto: Birgita.
Menkopolhukam, Mahfud MD didampingi oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam dan Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyambangi SMPN 1 Turi. Mahfud mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa siswa SMP 1 Turi dalam laka air di Sungai Sempor saat susur sungai, Jumat (22/2/2020).
ADVERTISEMENT
"Kepala Sekolah, dewan guru, dan orang tua siswa yang meninggal saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya," ujar Mahfud di SMPN 1 Turi, Sabtu (22/2/2020) usai menyerahkan bantuan bagi keluarga korban.
Usai kunjungan kepada pihak sekolah dan orangtua korban, Mahfud bersyukur siswa masih selamat. Sementara untuk siswa yang belum ditemukan, ia berharap agar mereka dapat segera ditemukan.
"Sampai saat ini tercatat 8 anak-anak kita sudah kembali. Dua belum diketahui. Sebagian besarnya sekitar 239 orang selamat dan bisa diselamatkan. Yang itu kita syukuri Alhamdulillah untuk yang masih selamat. Yang belum diketemukan mudah-mudahan ditemukan dalam keadaan selamat," inbuhnya.
Usai kejadian ini, pihaknya mengimbau agar saat mengadakan acara serupa, sekolah ataupun instansi patut memperhatikan keselamatan. Hal tersebut bertujuan meminimalisir kejadian yang tak diinginkan.
ADVERTISEMENT
"Untuk masa-masa selanjutnya dan untuk tempat-tempat lain untuk sekolah lain lembaga lain. Kegiatan yang seperti ini supaya disiapkan, mitigasi, atau langkah yang timbul resiko secara mendadak," imbuhnya.
Terkait kasus susur sungai, Mahfud menyarankan jika ada kegiatan susur sungai beberapa hal harus diperhatikan. Hal yang jadi sorotan Mahfud antara lain terkait cuaca dan pakaian.
"Misalnya kasus penyusuran sungai besok-besok kalau dilakukan lagi, pertama pelajari keadan cuaca kalau cuaca tidak meyakinkan lebih baik tidak berspekulasi. Yang kedia tata cara berpakaian dan alat yang dibawa. Kalau menyusur sungai mungkin kurang bagus kalau misalnya memakai rok yang samoai oanjang karena air bisa mendorong orang ikut dibawa oleh arus tanpa mudah untuk bertahan," tadasnya
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan