News
·
15 September 2021 18:41
·
waktu baca 2 menit

Maling SD di Gunungkidul Bawa Kabur 2 Laptop Rusak

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Maling SD di Gunungkidul Bawa Kabur 2 Laptop Rusak (540313)
searchPerbesar
Ilustrasi laptop. Foto: Sandra/Tugu Jogja
Maling gedung Sekolah Dasar (SD) kembali berulah di Gunungkidul. kali ini kejadian yang sama juga menimpa SDN Sodo di Padukuhan Jamburejo RT 001 RW 04, Kalurahan Sodo Kapanewon Paliyan.
ADVERTISEMENT
Padahal Minggu (11/9/2021) lalu, aksi pencurian menimpa SD Bleberan Kalurahan Bleberan Kapanewon Playen. Sebuah komputer keluaran terkini dan dua buah laptop berhasil digondol maling tersebut.
Di SD Sodo, pelaku berhasil masuk ke dalam ruang guru dan membawa kabur 2 buah laptop. Namun mereka 'beruntung' karena kedua laptop tersebut dalam keadaan rusak atau mati total.
"Karena barang elektronik yang masih hidup sengaja dibawa pulang," ujar Kapolsek Paliyan, AKP Edi Purnomo, Rabu (14/9/2021).
Edi menuturkan, aksi pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga malam SD tersebut Rois Slamet (46). Warga Padukuhan Selorejo RT 005/RW 001, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul ini terkejut ketika akan membersihkan sekolah tersebut.
Sekira pukul 06.00 WIB, Rois bermaksud membuka pintu ruang Guru. Namun mendapati pintu sudah dalam keadaan terbuka dan ada kerusakan pada handle/selot pintu bekas terbakar dan handel pintu berada di lantai.
ADVERTISEMENT
"Pak Rois mengecek ke dalam ruangan dan ternyata sudah dalam keadaan acak-acakan," ungkap dia.
Selanjutnya penjaga malam tersebut menghubungi kepala sekolah dan tidak lama kemudian setelah kepala sekolah tiba, mereka berdua kemudian bersama-sama melakukan pengecekan ke dalam ruang Guru.
"Keduanya melapor ke kami dan beberapa saat kemudian anggota Polsek Paliyan meluncur ke TKP. Bersama tim Inafis, kami lakukan olah TKP," tambahnya.
Edi menambahkan, dalam kejadian tindak pencurian ini pelaku dimungkinkan bertindak pada malam hari. Pelaku merusak pintu dengan cara di gas api tembak sehingga gagang terbakar dan lebih mudah untuk di rusak
"Sekolah ada penjagaan dari penjaga sekolah sehingga pelaku lebih leluasa menggeledah setiap ruangan," ujar dia.