• 2

PUBLISHER STORY

Menanamkan Nilai Pancasila Melalui Sarasehan Pancasila

Menanamkan Nilai Pancasila Melalui Sarasehan Pancasila


Pembicara dan pelaksana kegiatan bersama tokoh masyarakat setempat foto bersama usai sarasehan di Joglo Doyong Sosrowijayan Wetan, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, Jumat (13/7/2018). (Foto : Dewi Ratih/kumparan.com/tugujogja)
Guna membumikan nilai-nilai Pancasila, Pusat Studi Pancasila UGM, Kagama, Keluarga Alumni UII, Pramuka, Sekber Keistimewaan, APTISI, PWI DIY, Karang Taruna DIY, Kadin DIY, PKK DIY, Galang Press dan PPPI Chapter DIY menggelar Sarasehan Pancasila bertajuk "Menggali Contoh Tuladha Pengamalan Pancasila di Yogyakarta, di Joglo Doyong Sosrowijayan Wetan, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, Jumat (13/7/2018).
"Acara ini merupakan rangkaian bulan Pancasila yang digelar mulai 1 Juni hingga 27 Agustus 2018, dengan melibatkan banyak lembaga dan komunitas di DIY. Sarasehan ini digelar di seluruh kabupaten/kota di DIY," ujar Pelaksana Kegiatan, Widhihasto Wasana Putra di sela-sela sarasehan.
Selain sarasehan, rangkaian bulan Pancasila , menurut Hasto, juga akan menyelenggarakan bersih-bersih Masjid Pathok Negoro, lomba poster, lomba mural dan Dahar Kembul bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan masyarakat di Malioboro.
"Semua acara itu digelar untuk membumikan Pancasila dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Karena itu, kami tidak menyelenggarakannya di kampus atau antar pemerintahan, tetapi kami memilih di kampung-kampung seperti ini agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.
Hadir sebagai pembicara dalam sarasehan tersebut, Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Dr Heri Santosa, Kepala Kesbangpol DIY Agung Supriyanto dan Ketua Dewan Kebudayaan Kota Drs Achmad Charris Zubair. Sementara itu tokoh masyarakat setempat Purwandari SH mengaku sangat mengapresiasi acara sarasehan ini, karena pengamalan Pancasila saat ini dirasa penting bagi masyarakat.
"Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi pada acara sarasehan ini, semoga dengan telah diselenggarakannya sarasehan ini, masyarakat yang hadir bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Terlebih, saat ini banyak sekali pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. "Apapun yang terjadi Pancasila tetap menjadi Ideologi bangsa ini, tidak bisa tergantikan," tegasnya. (Dewi Ratih)

YogyakartaPancasila

presentation
500

Baca Lainnya