PUBLISHER STORY
Menanamkan Nilai Pancasila Melalui Sarasehan Pancasila
14 Juli 2018 18:06 WIB
0
0
Pembicara dan pelaksana kegiatan bersama tokoh masyarakat setempat foto bersama usai sarasehan di Joglo Doyong Sosrowijayan Wetan, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, Jumat (13/7/2018). (Foto : Dewi Ratih/kumparan.com/tugujogja)
Guna membumikan nilai-nilai Pancasila, Pusat Studi Pancasila UGM, Kagama, Keluarga Alumni UII, Pramuka, Sekber Keistimewaan, APTISI, PWI DIY, Karang Taruna DIY, Kadin DIY, PKK DIY, Galang Press dan PPPI Chapter DIY menggelar Sarasehan Pancasila bertajuk "Menggali Contoh Tuladha Pengamalan Pancasila di Yogyakarta, di Joglo Doyong Sosrowijayan Wetan, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, Jumat (13/7/2018).
"Acara ini merupakan rangkaian bulan Pancasila yang digelar mulai 1 Juni hingga 27 Agustus 2018, dengan melibatkan banyak lembaga dan komunitas di DIY. Sarasehan ini digelar di seluruh kabupaten/kota di DIY," ujar Pelaksana Kegiatan, Widhihasto Wasana Putra di sela-sela sarasehan.
Selain sarasehan, rangkaian bulan Pancasila , menurut Hasto, juga akan menyelenggarakan bersih-bersih Masjid Pathok Negoro, lomba poster, lomba mural dan Dahar Kembul bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X dan masyarakat di Malioboro.
"Semua acara itu digelar untuk membumikan Pancasila dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Karena itu, kami tidak menyelenggarakannya di kampus atau antar pemerintahan, tetapi kami memilih di kampung-kampung seperti ini agar bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.
Hadir sebagai pembicara dalam sarasehan tersebut, Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Dr Heri Santosa, Kepala Kesbangpol DIY Agung Supriyanto dan Ketua Dewan Kebudayaan Kota Drs Achmad Charris Zubair. Sementara itu tokoh masyarakat setempat Purwandari SH mengaku sangat mengapresiasi acara sarasehan ini, karena pengamalan Pancasila saat ini dirasa penting bagi masyarakat.
"Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi pada acara sarasehan ini, semoga dengan telah diselenggarakannya sarasehan ini, masyarakat yang hadir bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Terlebih, saat ini banyak sekali pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. "Apapun yang terjadi Pancasila tetap menjadi Ideologi bangsa ini, tidak bisa tergantikan," tegasnya. (Dewi Ratih)
Tulisan ini adalah kiriman dari publiser, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: