News
·
28 Februari 2021 8:36

Sabtu Malam, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer

Konten ini diproduksi oleh Tugu Jogja
Sabtu Malam, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer (22655)
Gunung Merapi. Foto: Ranto Kresek
Awan panas guguran kembali terjadi di Puncak Gunung Merapi, Sabtu (27/2/2021) pukul 19.56 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 mm dan durasi 99 detik, jarak luncur 1000 m ke arah Barat Daya
ADVERTISEMENT
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan pada masa pengamatan tanggal 27-02-2021 mulai pukul 18:00-24:00 WIB Cuaca di puncak Gunung Merapi terpantqu berawan dan mendung. Angin bertiup sedang ke arah timur. Suhu udara 14-23 °C, kelembaban udara 65-69 %, dan tekanan udara 837-935 mmHg.
"Teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.000 m ke arah barat daya dan juga 14 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 m ke arah barat daya,"ungkap Hanik, Minggu (28/2/2021).
Selain Awan Panas Guguran satu kali, aktivitas kegempaan lain adalah gempa Guguran sebanyak 39 dengan amplitudo : 4-16 mm dan berdurasi 11-102 detik. Gempa hembusan sebanyak 1 kali dengan Amplitudo 4 mm dan berdurasi 12 detik. Dan gempa Hybrid atau Fase Banyak 1 kali dengan amplitudo 4 mm berdurasi 7 detik.
ADVERTISEMENT
Sementara periode pengamatan Minggu (28/2/2021) pukul 00:00-06:00 WIB, cuaca puncak Gunung Merapi terlihat cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup sedang ke arah timur. Suhu udara 13-22 °C, kelembaban udara 66-67 %, dan tekanan udara 835-924 mmHg.
"Gunung jelas hingga kabut tipis. Asap kawah tidak teramati. Teramati 25 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.
Aktivitas kegempaan seperti gempa Guguran sebanyak 31 kali dengan Amplitudo 4-70 mm dan berdurasi 9-130 detik. Gempa Hembusan terjadi sebanyak 6 kali dengan amplitudo 5-16 mm berdurasi 8-16 detik.
Menurut Hanik, Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
ADVERTISEMENT
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Di samping masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Dan penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi di Kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.
"Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi,"tandasnya.(erl)