kumparan
19 Desember 2018 14:07

Soal Merapi, BPPTKG : Setiap Hari Terjadi Ratusan Kali Guguran Lava

Setelah sebelumnya terjadi guguran lava pijar akhir pekan lalu, kini luncuran lava pijar kembali terjadi di Puncak Merapi. Badan Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV di Posko 907 Balerantemenunjukkan adanya luncuran lava pijar.
ADVERTISEMENT
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (19/12) tepatnya pukul 04.08 WIB. Luncuran lava pijar tersebut mengarah ke Hulu Sungai Gendol. Ada yang berbeda dari luncuran lava pijar sebelumnya, sebab gejala akan terjadinya luncuran lava pijar tersebut sudah terlihat sejak tengah malam. Di mana sekitar pukul 00.00 WIB, di atas puncak Merapi sudah muncul titik api diam.
Kepala BPPTKG DIY, Hanik Humaida menyebutkan, sebenarnya di puncak Merapi terus terjadi guguran lava. Guguran lava yang terjadi saat ini hanya sekitar belasan sampai puluhan dalam sehari. Jumlah tersebut masih termasuk kecil dibadingkan dengan jumlah guguran lava tahun 2016 lalu.
"Tetapi walaupun kecil kita juga harus mewaspadai,"tandasnya, Rabu (19/12/2018).
Hanik mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun 2006 jumlah guguran memang jauh lebih banyak. Saat itu, guguran lava di puncak Merapi bisa mencapai ratusan kali dalam sehari. Sehingga saat ini guguran lava tersebut memang tergolong masih rendah namun diperkirakan akan terus terjadi karena adanya desakan magma dari dalam kawah yang membentuk kubah lava.
ADVERTISEMENT
Menurut Hanik, guguran lava yang mengarah ke kali gendol sangatlah kecil, dari puluhan guguran yang terjadi. Dari ratusan kali guguran yang terjadi dalam sehari, pihaknya hanya melihat satu atau dua guguran saja. Sehingga guguran lava pijar yang mengarah ke Hulu Sungai Gendol tersebut presentasenya tergolong masih terbilang kecil .
"Yang harus kami tekankan, pemantauan Merapi tidak hanya dilihat dari visual, akan tetapi banyak sekali parameter yang kami gunakan untuk memantau aktivitas merapi,"terangnya.
Parameter yang digunakan oleh BPPTKG di antaranya seperti parameter dari geofisika dan geokimia. Dari data data itulah yang sering digunakan oleh BPPTKG untuk memantau dan monitoring Merapi.
Sebenarnya pihaknya selalu merespon setiap postingan CCTV karena dari instrumentasi tidak terjadi perubahan yang signifikan.
ADVERTISEMENT
"Kami pun melihat visualnya, untuk saat ini guguran lava pijar itu termasuk fenomena biasa. Untuk melihat secara aman jarak atau radius tetaplah 3 km,”tegasnya. (erl/fra)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan