kumparan
News30 Maret 2020 16:19

Sultan HB X: Penutupan Wilayah Desa-desa di Jogja Belum Bisa Disebut Lockdown

Konten Redaksi Tugu Jogja
o3xtcwji1kfq8tj238ge.jpg
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X. Foto: dok. Tugu Jogja
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X, menyebut kebijakan penutupan wilayah yang dilakukan oleh masing-masing desa sebenarnya bukan lockdown. Namun, kebijakan tersebut adalah bagaimana warga bisa memantau pergerakan desa.
ADVERTISEMENT
"Prinsip kan itu, yang penting bagi mereka itu dikurangi aktivitas di luar rumah, tetapi bukan berarti tidak boleh," tutur Sultan, Senin (30/3/2020) kepada awak media di Kepatihan Yogyakarta.
Praktik di lapangan sulit untuk mengontrol kegiatan warga di desa karena terlalu banyak jalan yang bisa ditempuh untuk masuk ke kelurahan tersebut. Kemungkinan besar untuk masuk kelurahan itu bisa melalui tiga jalan atau dua jalan. Sehingga warga memutuskan untuk menutup dua jalan dan hanya memfungsikan satu jalan. Tujuannya untuk memudahkan warga dalam melakukan pengontrolan siapa saja yang masuk.
"Bagi saya itu no problem," tambahnya.
Yang kedua, bagi siapa saja yang masuk bisa langsung didata dan siapa saja keluarganya. Sehingga dimungkinkan untuk mengurangi aktivitas ke luar rumah, bukan berarti tidak boleh ke luar rumah. Namun jika merasa tidak sehat, maka ia meminta untuk warga untuk datang ke Puskesmas bukan petugas yang mendatangi.
ADVERTISEMENT
Jika orang tersebut perlu mencari bahan makanan, maka diperkenankan untuk berbelanja, namun untuk berkumpul dan beramai-ramai sudah dihindari. Sehingga menurutnya, itu bukan lockdown. Karena yang dimaksud lockdown adalah totalitas isolasi tidak boleh keluar dan tidak boleh masuk.
Kalau yang terjadi benar-benar lockdown, maka yang memerintahkan lockdown harus memikirkan kompensasinya kepada warga. Kalau warga yang yang tinggal di tempat tersebut memerlukan sesuatu maka harus difasilitasi karena tidak boleh keluar rumah maka warga tersebut tidak bisa makan sehingga perlu ada orang yang mengantarkannya ke rumah.
"Jika itu yang terjadi maka ekonominya juga akan goyah," tambahnya.
---
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran coronavirus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan