Pencarian populer

Ubur-ubur Masih Intai Pengunjung Pantai Gunungkidul

Pengunjung Pantai di Gunungkidul diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya. Selain gelombang tinggi, ancaman lain yang mengintai pengunjung pantai adalah adanya serangan ubur-ubur. Serangan hewan yang sering disebut impes oleh warga setempat memang masih saja terjadi di Bulan Juli ini.

Sepanjang hari Minggu (1/7) ini, petugas SAR pantai selatan Gunungkidul disibukkan dengan banyaknya pengunjung yang terserang ubur-ubur. Bahkan, saking banyaknya pengunjung yang diserang ubur-ubur, membuat petugas SAR kewalahan. Sebab, jumlah petugas SAR masih minim ketika ada sebagian dari mereka yang harus tetap mengawasi pengunjung lain yang bermain air.

Sekretaris SAR wilayah II Pantai Baron, Sukrisdiyanto mengatakan, meski sudah memasuki bulan Juli tetapi populasi ubur-ubur masih banyak ditemui di Pantai Gunungkidul. Hewan yang mirip dengan agar-agar ini banyak ditemui di Pantai Baron, Krakal, Kukup dan pantai lainnya. Oleh karena itu, ia menghimbau warga untuk mewaspadai hewan yang satu ini.

"Serangannya tidak membahayakan, tetapi bisa membuat pingsan,"ujarnya, Minggu (1/7).

Papan peringatan serangan ubur-ubur sebenarnya sudah banyak terpasang di beberapa titik di sepanjang pantai Gunungkidul. Namun karena keberadaan hewan ini sulit dideteksi, maka banyak pengunjung pantai yang bermain air tiba-tiba tersengat binatang yang datang secara musiman ini.

Sejumlah antisipasi telah dilakukan oleh Tim SAR untuk menangani jatuhnya korban ubur-ubur ini. Selain menyediakan obat dari dokter serta oksigen untuk membantu pernafasan, obat tradisional ramuan dari nenek moyang juga sudah mereka siapkan ketika musim ubur-ubur seperti sekarang ini.

Pihaknya mencatat, setidaknya minimal 3 orang pengunjung pantai tersengat ubur-ubur saat libur paska lebaran ini. Catatan paling banyak terjadi sehari setelah lebaran di mana setidaknya ada 20 orang pengunjung yang diserang ubur-ubur. Total ada 68 orang yang diserang oleh ubur-ubur sejak lebaran lalu.

"Tahun lalu, semusim kami mencatat ada 200 orang lebih yang kena ubur-ubur,"ungkapnya. (erl)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: