UPNVY Dorong Mahasiswa Kembangkan Potensi Diri

Konten Media Partner
15 Agustus 2022 16:33
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mahasiswa baru UPNVY menjalani PKKBN di jurusan, Senin (15/8/2022). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa baru UPNVY menjalani PKKBN di jurusan, Senin (15/8/2022). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja
ADVERTISEMENT
Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY) menyambut ribuan mahasiswa baru dengan menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) Tahun Ajaran 2022-2023. Dalam kegiatan PKKBN, mahasiswa baru diajak untuk lebih mengenal kehidupan kampus di setiap fakultas dan jurusannya masing-masing.
ADVERTISEMENT
"Kegiatan PKKBN 2022 ini adalah kegiatan di samping pengenalan kampus khususnya di FEB juga pengenalan di masing-masing jurusan," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBUPNVY), Sujatmika, Senin (15/8/2022).
Sujatmika mengatakan kampus bela negara harus diimplementasikan secara tindakan nyata, namun pengenalan secara spesifik di setiap fakultas khususnya FEB menjadi hal yang tak kalah penting.
Fakultas FEB berharap para mahasiswa memiliki jiwa entrepreneur, kemudian bisa mengembangkan passion diri lewat berbagai peminatan ekonomi dan bisnis.
"Mereka ini kita tekankan sebagai entrepreneur, ketika mereka lulus, mereka harus bisa mempunyai bekal untuk berbisnis atau pada saat mereka kuliah sudah mempunyai bisnis, nah ini yang harus kita dekati dan kembangkan di FEB sendiri." pungkas Dekan FEB.
ADVERTISEMENT
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UPNVY, Budiarto mendorong potensi setiap mahasiswa lewat berbagai program yang sesuai dengan visi misi yang telah dicanangkan pada Fakultas Pertanian.
"Kita mengacu ke MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) itu tetap, kemudian dari fakultas pertanian tidak terlepas harus mengacu ke era industri 4.0 dan society 5.0," tegasnya.
Fakultas Pertanian memiliki cara tersendiri untuk mempersiapkan mahasiswanya. Namun, untuk dapat mengunggulkan setiap program, pihaknya akan membenahi dari sisi kekuatan dosen pengajar dan praktisi serta pembenahan IT untuk mengikuti perkembangan.
"Baru kita godhog, masing-masing prodi itu seperti apa, tapi pedoman nya sudah ada tadi MBKM, kemudian kekuatan dosen kita dan kemudian IT kita dibenahi. Mudah mudahan didapatkan suatu program dan kegiatan yang kita sepakati bersama." Ujar Budiarto.
ADVERTISEMENT
"Goal nya sama dengan visi misi yang dicanangkan oleh Fakultas Pertanian. Kita harus mampu membangun dari sisi pertanian, salah satunya ketahanan pangan. Kita support program pemerintah itu," lanjutnya.
UPNVY membuka proses PKKBN untuk mahasiswa baru, Senin (15/8/2022). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
UPNVY membuka proses PKKBN untuk mahasiswa baru, Senin (15/8/2022). Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja
Sementara, Fakultas Teknologi Mineral (FTM) fokus mempersiapkan mahasiswa baru untuk bisa menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045 mendatang.
Disebutkan, FTM menjadi fakultas paling favorit di UPNVY dan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa/i akan diarahkan agar bisa mengenal secara detail sumber daya yang ada di Bumi serta cara pengelolaannya.
"Keunggulan kita bahwa fakultas Teknologi Mineral itu memang fakultas yang prodi prodi nya terkait dengan kebumian, baik energi, sumber daya mineral, kemudian konservasi, lingkungan, irigasi bencana, semuanya lengkap. Beberapa universitas metaloginya (berupa) bahan, tetapi kita nanti lebih ke ekstraksi dari lapangan (terkait) pengetahuan mineral dan lain sebagainya," ungkap Dekan Fakultas Teknologi Mineral, Sutarto.
ADVERTISEMENT
Setiap pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pihaknya selalu melibatkan mahasiswa. Sutarto berharap, lewat keterlibatan para mahasiswa, dapat menggerakkan dan membuat mahasiswa semakin menyadari potensi apa yang dimiliki masing-masing individu.
Sekaligus mempersiapkan mahasiswa untuk lebih unggul di Bidang Teknologi Mineral dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Harapan saya mereka harus tau bahwa kita Indonesia punya program Indonesia Emas tahun 2045, artinya kalau sekarang 2022, kalau lulus itu tahun 2026-2027, berarti tahun 2045 itu pas masa produktif juga dan Indonesia bisa. Tadi kan bonus demografi salah satunya terkait dengan Indonesia Emas teman-teman sekarang dipersiapkan dan mempersiapkan diri, Insyaallah Indonesia bisa memanen Indonesia Emas," pungkasnya. (Maria Wulan)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020