Konten Media Partner

1.887 Peserta Mengikuti Sistem Seleksi Elektronik UM-PTKIN UIN Malang

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Monitoring evaluasi dari panitia pelaksana UM-PTKIN nasional secara daring. Foto / Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Monitoring evaluasi dari panitia pelaksana UM-PTKIN nasional secara daring. Foto / Feni Yusnia

MALANG - Sebanyak 1.887 peserta masuk Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang. Mereka mengikuti Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (UM-PTKIN) Tahun 2022, pada Selasa (14/6/2022).

Dr Barnoto MPdI, Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (Kabiro AAKK) UIN Malang mengatakan, bahwa SSE UM-PTKIN merupakan salah satu jalur PMB di UIN Malang.

Menurutnya, animo peminat masuk UIN Malang setiap tahun terus bertambah. Tahun ini mencapai 1.887 orang.

Pelaksanaan ujian, lanjut Barnoto, berlangsung selama tiga hari. Yakni 14 hingga 16 Juni 2022. Melibatkan 16 orang pengawas IT dan 16 orang PJ ruang SSE.

Menurutnya, hari pertama pelaksanaan ujian yang berlangsung daring ini terselenggara dengan baik. Terlebih, pada saat menjelang ujian, pihaknya juga melaksanakan uji coba SSE UM-PTKIN pada 7 sampai 9 Juni 2022 lalu dan selalu dievaluasi. Sehingga ujian ini diharapkan dapat terus berjalan dengan lancar hingga akhir pelaksanaan ujian.

"Hari pertama dan kedua terbagi menjadi tiga sesi, sedangkan di hari ketiga ada satu sesi sehingga ada tujuh sesi dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 300 peserta. Alhamdulillah saya lihat mulai pagi tadi berjalan lancar, jaringannya bagus. Ini menjadi modal peserta dalam kelancaran PMB Jalur UM-PTKIN dengan baik, aman dan nyaman," ujarnya.

Panitia lokal SSE UM-PTKIN tengah sibuk memantau peserta ujian masuk perguruan tinggi. Foto / Feni Yusnia

Menurut Barnoto, meski pandemi terus mereda namun pihaknya tetap melaksanakan SSE UM-PTKIN sesuai instruksi pemerintah. Maka ia berharap agar pelaksanaan seleksi ini dapat berjalan dengan profesional, kredibel, akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Selain itu, diharapkan bisa mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas. Karena bagaimanapun kalau prosesnya berkualitas Insyaallah hasilnya juga berkualitas," imbuhnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Malang Dr H Ahmad Fatah Yasin MAg menambahkan, berdasarkan data dari ribuan peminat itu diketahui bahwa fakultas yang paling banyak diminati Fakultas Tarbiyah. Khususnya Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).

"Iya, Fakultas Tarbiyah Jurusan PAI paling banyak di ambil pada pilihan pertama. Dari tahun ke tahun selalu jurusan ini yang paling diminati," imbuhnya.

Sementara itu, Humas Panitia Nasional UM-PTKIN Saiful Bahri menyampaikan, meski seleksi UM-PTKIN dilaksanakan secara daring, namun upaya antisipasi kecurangan dilakukan dengan ketat dari pihak panitia. Termasuk kecanggihan aplikasi sebagai kamera pengawas para peserta.

"Aplikasi UM-PTKIN kita bisa merekam situasi di tempat peserta. Kalau ada orang lewat disini bisa ketahuan. Pengawas akan melaporkan setiap detik gerak gerik peserta. Jadi memang setiap tahun selalu kami perbaiki fiturnya. M eski belum tahu tahun depan masih akan online atau offline (pelaksanaan ujian)," sambungnya.

Diketahui, seleksi ini dilaksanakan secara nasional oleh seluruh PTKIn, seperti UIN, IAIN, dan STAIN. Pada jalur seleksi UM PTKIN, calon mahasiswa dapat memilih maksimal tiga program studi (Prodi).

Sedangkan kelompok ujian UM-PTKIN terbagi menjadi tiga. Yakni Tes Kemampuan Dasar (TKD) yang terdiri dari Tes Potensi Akademik, Bahasa, Keislaman, Al-Quran. Ada pula Tes Kemampuan Bidang IPA dan Tes Kemampuan Bidang IPS.