Konten Media Partner

11 Hari Dirawat karena COVID-19, Berikut Kondisi Wakil Rektor I UM

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Rektor (WR) I Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si.
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Rektor (WR) I Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si.

MALANG- Kabar mengejutkan Wakil Rektor (WR) I Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed., M.Si. sempat terkonfirmasi COVID-19. Setelah 11 hari dirawat di RS UMM, ia dinyatakan sembuh dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Hal tersebut disampaikan oleh Budi kepada tugumalang.id saat dikonfirmasi Selasa (1/12/20).

"Alhamdulillah saya sudah sembuh dari covid-19. Saya dirawat di RS UMM selama 11 hari dan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Tadi malam sudah pulang ke rumah. Sekarang saya sedang melakukan isolasi mandiri di rumah di bawah pengawasan petugas Puskesmas Dinoyo untuk 2 pekan ke depan. Jadi saya masih tidak masuk kerja untuk menuntaskan kesembuhan saya," jawabnya melalui pesan whatsapp.

Saat disinggung terkait respon dan kegiatan kampus UM, ia mengaku belum mengetahui bagaimana situasi kampus hingga saat ini." Saya tidak tahu perkembangan kampus seperti apa saat ini, karena saya masih konsentrasi pada pemulihan kesehatan saya," sambung beliau.

Kabar WR I terpapar COVID-19 ini diketahui lewat video yang beredar di Youtube. Berjudul 'Covid Itu Ada, Testimoni Wakil Rektor I UM', dalam video berdurasi 3:19 menit itu Budi menceritakan pengalamannya menjadi pasien COVID-19.

"Saya sudah dirawat RS UMM selama 10 hari, perawatan insentif hampir setiap hari di beri infus oksigen, obat covid dan obat-obatan lain yang dimasukkan dalam infus," ujarnya pada video yang diunggah 30/11/20 lalu.

Bermodalkan semangat untuk sembuh yang tinggi, ia juga mengaku mengkonsumsi dua buah vitamin C dosis tinggi setiap harinya dan menambah nafsu makan. Dengan harapan agar kondisinya semakin membaik. "Saya berdoa supaya diberi kesembuhan," jelasnya.

Sempat merasakan menjadi pasien, Budi menegaskan bahwa penyakit yang menimpa dirinya adalah bukti bahwa COVID-19 masih merajalela. Karenanya, ia berpesan agar masyarakat tidak meremehkan imunitas tubuh dan pandemi ini.

"Awalnya saya juga meragukan sampai akhirnya kena dan ini cobaan dari Allah dan karenanya saya ikhlas menerimanya. Pada teman yabg lain yang tidak percaya mohon sekali lagi, covid bener ada jaga protokol kesehatan, pakai masker, sabun cuci tangan, konsumsi vit C, terakhir olahraga agar tubuh kita imun kiya meningkat," tegas Budi.