Konten Media Partner

5 Jenis Sayuran Hasil Petani Kota Batu dengan Produktivitas Tertinggi

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petani tengah mengecek tanaman sawi daging miliknya di Kelurahan Sisir, Kota Batu. foto/Ulul Azmy
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petani tengah mengecek tanaman sawi daging miliknya di Kelurahan Sisir, Kota Batu. foto/Ulul Azmy

BATU - Hasil bumi berupa sayuran masih jadi komoditi utama yang menyokong perekonomian Kota Batu. Dari sekian hasil pertanian yang ditanam, sawi menjadi komoditi pertanian holtikultura paling produktif sepanjang tahun 2021.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, angka produktivitasnya menembus angka 960.615 kwintal dari luas total lahan 555.26 hektar. Lalu di peringkat kedua wortel. Total produksi mencapai 83.673 kwintal dengan luas lahan 462.28 hektar.

Produktivitas petani menanam bawang daun tercatat menempati peringkat ketiga yang mampu menembus 71.596 kwintal dari luas lahan 504.2 hektar. Terakhir, kentang mampu menghasilkan 70.311 kwintal dari luas lahan 364.3 hektar.

''Tapi beda kalau dilihat dari tingkat produktivitasnya, tanaman labu siam menjadi tanaman terbaik. Dari data tahun lalu, dari lahan hanya seluas 20.70 hektar tapi bisa menghasilkan 25 kwintal,” ungkap Tim Statistik Produksi Badan Pusat Statistik Kota Batu Arini Ismiati dihubungi, Selasa (8/2/2022).

Ini dikarenakan labu siam jenis tanaman merambat yang memang tidak perlu lahan yang luas. Hasilnya pun maksimal. Meski demikian, kata Arini, tidak banyak petani yang memilih labu siam sebagai produksi utamanya.

Sementara, kata Arini, untuk tanaman yang minim produktivitas adalah kembang kol. Sesuai data, dari lahan 370.16 hektar, angka produktivitasnya hanya 57,37 kwintal.

''Kembang kol tidak masuk 5 besar tanaman semusim yang punya tingkat produktivitas tinggi,'' jelas dia.