Konten Media Partner

Aremania Gondanglegi Gus Syahrulloh Gugur di Tribun Kanjuruhan

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wabup Gatot Subroto saat berdoa di pusara Gus Syahrulloh, salah satu korban jiwa meninggal tragedi Kanjuruhan 1 Oktobr 2022. Foto/Azmy
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wabup Gatot Subroto saat berdoa di pusara Gus Syahrulloh, salah satu korban jiwa meninggal tragedi Kanjuruhan 1 Oktobr 2022. Foto/Azmy

MALANG –Gus Syahrulloh, Aremania Gondanglegi, Kabupaten Malang, turut gugur di tribun Stadion Kanjuruhan pada malam kelabu, Sabtu (1/10/2022). Remaja berusia 18 tahun asal Dusun Penjalinan Kecamatan Gondanglegi ini meninggal saat insiden berdarah yang merenggut sedikit 131 korban jiwa

Gus Syahrulloh merupakan cucu dari pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Atthohirin, Alm. KH Abdul Jalil dan Muzayanah. Dia adalah anak bungsu dari dua bersaudara yang memang merupakan sosok Aremania sejati. Setiap kali ada pertandingan, dia selalu berangkat menonton.

Abdul Syakur (42), keluarga korban, menuturkan jika Syahrulloh sudah ditemukan tergeletak di tribun. Waktu itu, dia berangkat bersama temannya dan duduk di tribun timur atau bawah skor. Tepat di dekat pintu 10, pintu yang konon memakan korban jiwa paling banyak itu.

Gus Gus Syahrulloh semasa hidup. Foto/dok keluarga

Di saat situasi sedang panik itu, Gus Syahrulloh terpisah dengan teman-temannya. Menurut penuturan teman-temannya, dia juga tidak sampai turun ke lapangan. Namun tidak ada yang ingat persis Syahrulloh ditemukan pertama kali di mana.

“Waktu itu Syahrulloh ditemukan orang sudah tergeletak, gak sadar. Itu langsung dibawa ke RSUD oleh seseorang yang juga salah satu official tim Persebaya, tapi sepertinya sudah telat,” kisahnya pada reporter, Selasa (4/10/2022).

Pihak lain baru menerima kabar keberadaanya di RSUD Kanjuruhan pada sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, nyawanya sudah tak tertolong. Jenazah Syahrulloh langsung diambil pada sekitar pukul 01.00 WIB dan dikebumikan di kompleks makam keluarga Ponpes pada pagi harinya.

Keluarga ingat jika Syahrulloh sudah menahbiskan dirinya sebagai Aremania sejak dua tahun lalu. Setiap kali Arema bertanding, dia selalu menyempatkan diri untuk menonton. Hingga kemudian arena tribun menjadi saksi bisu, tempat ia berpulang selama-lamanya.

“Sebelum itu, dia juga selalu pamitan. Nggak mikir macam-macam. Tapi ya gak nyangka kalau itu ternyata dia pamit untuk selamanya,” ujarnya.

Syahrulloh menjadi salah satu korban yang menuai simpati banyak pihak. Para pemain Arema juga telah melakukan takziah dan berdoa di pusaranya pada Senin (3/10/2022) kemarin. “Dia ini yatim sejak usia 7 tahun. Kami sangat terpukul mendengar kabar ini. Ada pintu ditutup, ada gas air mata. Kami sangat menyayangkan,”ucapnya.

Kepergian mendiang Syahrulloh juga menyita simpati dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang bertakziah langsung ke makamnya pada Rabu (4/10/2022). Khofifah ditemani oleh Wakil Bupati Malang, Gatot Subroto.

Khofifah ikut memberikan bela sungkawa mendalam atas insiden berdarah itu. “Untuk tragedi ini saya sangat terpukul dan membuat saya ingin takziah dan memberikan santunan langsung,” ungkapnya.

“Harapan kami seluruh suporter yang meninggal dalam insiden kemarin semua amal ibadahnya bisa diterima Tuhan YME. Untuk yang di rumah sakit bisa segera pulih dan kembali ke keluarga,”ucapnya sembari diiringi doa oleh lainnya.