Konten Media Partner

Atasi Kemarau, Petani di Kota Batu Pilih Tanam Sawi Daging

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
LEBIH MUDAH DIRAWAT: Sejumlah petani dari Kota Batu lebih memilih menanam sawi daging di musim kemarau ini.
zoom-in-whitePerbesar
LEBIH MUDAH DIRAWAT: Sejumlah petani dari Kota Batu lebih memilih menanam sawi daging di musim kemarau ini.

TUGUMALANG.ID - Memasuki musim kemarau, sejumlah petani sayur di Kota Batu mulai memutar otak. Sejumlah inovasi dilakukan mereka agar tetap bisa produktif. Salah satu caranya dilakukan dengan memilih sayuran sawi daging untuk dikembangkan. Sayuran jenis itu diketahui tidak membutuhkan terlalu banyak air.

Masa panennya juga lebih cepat. Dengan sejumlah dasar itu, petani dari Desa Sumberejo Kecamatan Batu lebih banyak memilihnya. Seperti disampaikan Kasiati, salah satu petani disana. Kepada Tugumalang.id, ia menjelaskan bila saat irigasi lancar, maka sayuran sawi miliknya bisa dipanen dalam waktu 25 hari.

Dengan luas lahan 1.000 meter persegi, ia mampu menghasilkan 1 ton sawi daging dalam sekali panen. Harga jual darinya senilai Rp 1.500 per kilogram. ”Kalau musim kemarau memang selalu menana, sawi daging ini,” kata dia. Meski terbilang mudah, ia mengaku bila perawatan intensif tetap diberikannya. ”Ya, meskipun tanaman sawi ini tergolong sayuran yang tahan pada cuaca, tapi tetap harus dilakukan penyiraman secara teratur,” tandasnya. (*)

Reporter: Rezza Doa Lathanza

Editor: Irham Thoriq

Foto: Rezza Doa Lathanza