Konten Media Partner

Awal November, Target RS Lapangan di Malang Beroperasi

20 Oktober 2020 12:24 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif. Foto: Ulul Azmy
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif. Foto: Ulul Azmy
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG - Upaya memacu angka kesembuhan pasien virus corona terus dilakukan Pemkot Malang. Rencana dibangunnya rumah sakit lapangan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) yang digagas Pemprov Jawa Timur terus berlanjut. Kemungkinan besar, RS Lapangan mulai siap beroperasi pada akhir Oktober 2020 nanti.
ADVERTISEMENT
Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Muarif, bahwa saat ini RS Lapangan sedang ditinjau Provinsi dan BNPB Jatim. ''Diusahakan, sudah bisa beroperasi pada akhir Oktober 2020 nanti," ujarnya.
Husnul menerangkan, meski tren penularan dan angka kesembuhannya mulai membaik, namun keberadaannya dinilai masih penting. Khusunya untuk menampung pasien dengan gejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG).
ads
''Tak hanya untuk pasien Kota Malang, tapi juga bisa menampung warga seluruh Jatim. Kapasitasnya nanti sampai 306 bed,'' jelasnya.
Sementara, untuk fasilitas yang disediakan disini nanti, kata Husnul, akan disetarakan dengan RS Lapangan di Indrapura, Surabaya.
"Semua fasilitas sudah dipenuhi dan semua pembiayaan dari BNPB pusat melalui Provinsi Jatim. Nanti, pengampunya dari RSSA Malang," tandasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, juga melihat urgensi positif RS Lapangan tetap berlanjut. Untuk mencegah terjadinya klaster keluarga, klaster yang ternyata paling banyak menyumbang angka kasus dari kegiatan isolasi mandiri.
''Kita imbau agar tidak melakukan isolasi mandiri di rumah yang selama ini justru banyak penularan disana,'' imbau Sutiaji, lewat kanal Kabar Kipa Ngalam.
Kata Sutiaji, faktornya ada banyak. Bisa dari faktor lingkungan rumah yang kurang sehat, ventilasi tak sesuai SOP, hingga tidak adanya layanan psikologi yang memperburuk sistem imun.
''Makanya, saya juga mengusulkan disana ada dibikin cafe, karaoke keluarga, biar pasien selama isolasi disana tetap bahagia menjaga sistem imunnya,'' pungkasnya.