Pencarian populer

Cita-Cita Jadi Guru, Belajar Mekanik Kemudian

Muhammad Asrofi (kiri), siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.

Tugumalang.id- Perjuangan mewujudkan cita-cita memang tidak mudah. Bahkan, sering mendapatkan tantangan di tengah jalan. Tak jarang cita-cita malah lain dari kenyataan. Mungkin itu yang kini dirasakan Muhammad Asrofi.

Ya, siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen ini memiliki cita-cita menjadi guru Bahasa Inggris. Namun, di tengah jalan mimpi itu harus pupus. Sebab dia berhasil menjadi juara di ajang Honda Student Skill Contest tingkat Nasional. Karenanya, dia mendapatkan kesempatan melanjutkan studi ke Politeknik Manufaktur (Polma) ASTRA. "Ya baru dapat hasil pengumuman lolos di Polman ASTRA. Dapat beasiswa penuh untuk pendidikan di sana," katanya, beberapa hari lalu.

Asrofi memang kurang tertarik menjadi mekanik sebelumnya. Meski dia berawal dari jurusan teknik sepeda motor. Dia lebih menyukai pelajaran Bahasa Inggris semasa sekolah. Bahkan nilainya selau bagus dibandingkan pelajaran lainnya. "Kalau untuk Bahasa Inggris memang suka sekali. Itu yang membuat saya ingin jadi guru," katanya.

Bahkan dia sempat mengutarakan niatnya menjadi guru kepada orang tuanya. Memang orang tuanya sempat bingung. Sebab, dia sekolah di SMK dengan jurusan sepesa motor. Tapi malah ingin menjadi guru. "Orang tua tanya kenapa kok tidak jadi mekanik. Ya setelah saya jelaskan mereka paham dan mendukung," ungkapnya.

Namun, situasi berubah saat dirinya dipilih untuk mewakili sekolah mengikuti lomba. Mulai dari tingkat Kabupaten dirinya sudah menjadi juara. Dirinya memang dikenal rajin berlatih di bengkel sekolah. Meski niatan awalnya hanya ingin belajar tambahan. "Sering main ke bengkel awalnya cuma lihat-lihat. Bahkan sering disuruh mengajari adik kelas, tidak berniat ikut lomba," terangnya.

Ternyata kemampuan itu dilirik guru pendamping. Hingga akhirnya dirinya berhasil melaju hingga tingkat nasional dan mendapatkan urutan 7. Prestasi itu pula yang membawanya dilirik ASTRA. "Ya kan kalau sudah masuk nasional dapat kesempatan. Karena di Polman ASTRA hanya 65 orang satu Indonesia termasuk saya," katanya.

Kini Asrofi mengaku akan menjalani pilihannya. Meski tidak menjadi guru dirinya ingin berusaha maksimal. Sebab, nanti setelah lulus masih berkesempatan membagikan ilmunya. "Meski tidak jadi guru Bahasa Inggris gak papa. Kan ilmu selama kuliah nanti bisa di bagikan, sama saja menjadi pengajar," tutupnya.

Reporter : Hafis Iqbal

Editor : Irham Thoriq

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60