Dangdutan saat Deklarasi Tim Kampanye, Calon Petahana Pilbup Malang Tuai Kritik

MALANG - Deklarasi tim kampanye Sanusi-Didik (SanDi) di Rumah Makan Bojana Puri Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Rabu malam (5/7/2020), menimbulkan kritik di media sosial.
Salah satunya di media sosial Facebook oleh akun Kharisma Rea Reo yang mengkritisi jalannya deklarasi. Dalam postingan yang diunggah pada Kamis (6/7/2020), pukul 08.00 WIB, dia mengkritik jalannya deklarasi yang menggunakan dekorasi mewah, sound system besar, peserta yang padat dan adanya hiburan organ tunggal lengkap dengan biduannya.
Padahal, sejak pandemi COVID-19 ini, masyarakat yang hendak menyelenggarakan pernikahan tidak diijinkan melakukan pesta resepsi besar-besaran.
Sontak, postingan ini menjadi viral dan menuai berbagai komentar. Sampai berita ini diangkat, sudah ada puluhan komentar dan 26 kali share.
Namun, kebanyakan komentar justru menyudutkan bakal Calon Bupati Malang Petahana, Muhammad Sanusi.
Seperti yang diungkapkan akun Shandra Pratika yang memberikan komentar cukup pedas. "Seng penting sek iso nyanyi bupatine (yang penting masih bisa menyanyi bupatinya)," tulisnya sambil diikuti stiker menari.
Ada juga komentar dari akun Widyaram yang menyebut Bupati Malang luar biasa. "Pak Bupati jan WAR BIASAH (Pak Bupati benar-benar luar biasah)," tulisnya sambil memberikan emoticon tepuk tangan 4 kaki.
Komentar paling menohok adalah dari akun Sugeng Tape yang mengatakan jika tidak akan memilih Sanusi dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.
"Peraturan gendengggg.. Ojo lali bln desember podo golput wae.. (peraturan gila. Jangan lupa Bulan Desember golput saja)," tulisnya.
