Konten Media Partner

Di Desa Peniwen, Pilkades Mundur karena Mayoritas Beragama Kristen

Tugu Malangverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana gereja di Desa Peniwen, Kromengan, Kabupaten Malang.(foto : Gigih Mazda/Tugu Malang).
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gereja di Desa Peniwen, Kromengan, Kabupaten Malang.(foto : Gigih Mazda/Tugu Malang).

TUGUMALANG.ID - Ada yang berbeda dengan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Minggu (30/6). Lantaran, dari total 269 yang menggelar pilkades, Desa Peniwen hanya satu-satunya desa yang jadwal pelaksanaannya mundur selama satu jam.

Mundurnya pemilihan kepala desa tersebut dikarenakan mayoritas penduduk di desa tersebut beragama Kristen, yang harus menggelar peribadatan di hari Minggu. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Malang memberikan toleransi agar pilkades tersebut mundur.

Proses pencoblosan yang digelar di Balai Desa Peniwen tersebut akhirnya dimundurkan satu jam. Jika sebelumnya dijadwalkan jam 07.00 pagi, kemudian mundur menjadi pukul 08.00. Namun, tentu saja hal itu sudah berdasarkan kesepakatan serta persetujuan dari mukai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.

"Sebab ini-kan bertepatan dengan hari Minggu, dan hari Minggu orang Kristen itu kan wajib ke gereja. Jadi kalau semisalnya dilaksanakannya di hari lain tentu Desa Peniwen juga akan sama dengan desa lainnya," beber Ketua Penyelenggara Pilkades Peniwen, Setyo Adi Mawarno.

Suasana Pilkades di Desa Peniwen, Kromengan, Kabupaten Malang.(foto: Gigih Mazda/Tugu Malang).

Setyo menegaskan bahwa mayoritas di desa tersebut memang beragama Kristen. Hal itu juga tercermin dari total daftar pemilih tetap (DPT) di desa tersebut."Jadi dari total 2.636 DPT itu yang beragama Islam hanya 5 orang," terangnya.

Dari pantauan tugumalang.id di lokasi, warga Desa Peniwen juga terlihat antusias. Mereka mengantri rapi, duduk, dan semangat mengikuti pesta demokrasi enam tahunan tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwadji menjelaskan bahwa saat ini Peniwen memang satu-satunya desa yang proses pergelaran waktunya dimundurkan untuk menghormati warga Kristen di tempat tersebut. "Sebab di sana kan mayoritas Nasrani, jadi prosesnya dimundurkan setelah mereka melakukan proses ibadah," ujarnya.

Sebenarnya, ia menyatakan bahwa di Kabupaten Malang sebenarnya memiliki tiga desa dengan mayoritas penduduknya beragama Kristen, yaitu Pujiharjo (Kec Tirtoyudo), Sitiarjo (Kec Sumbermanjing Wetan), dan Peniwen (Kec Kromengan). "Kalau yang Pujiharjo dan Sitiarjo itu karena sudah tahun yang kemarin, sehingga saat ini hanya satu ini," terangnya.

Suasana Pilkades di Desa Peniwen, Kromengan, Kabupaten Malang.(foto: Gigih Mazda/Tugu Malang).

Untuk diketahui, pada Desa Peniwen terdapat lima calon yang maju. Yakni Adi Santoso, Totok Siswanto, Iman Santoso, Supriyanto, dan Sih Utama.

Reporter : Gigih Mazda

Editor : Irham Thoriq