FEB Unisma Dapat Pujian dari UTHM Malaysia Usai Inbound Mobility Sukses Digelar

Konten Media Partner
12 Desember 2022 15:14 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para mahasiswa UTHM saat mempersembahkan Jogetdance di acara gala dinner dan performance culture sebagai penutupan International Inbound Mobility. Foto/Unisma
zoom-in-whitePerbesar
Para mahasiswa UTHM saat mempersembahkan Jogetdance di acara gala dinner dan performance culture sebagai penutupan International Inbound Mobility. Foto/Unisma
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG - FEB Unisma mendapat pujian dari Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM) setelah berhasil menggelar International Inbound Mobility.
ADVERTISEMENT
Ungkapan pujian itu diberikan saat acara Gala Dinner dan Performance Culture sebagai penutupan kegiatan yang diikuti 20 mahasiswa dan 8 dosen UTHM tersebut.
Nur Diana SE MSi, Dekan FEB Unisma, dalam sambutannya mengatakan bahwa Performance Culture dan Gala Dinner adalah penutup sebelum utusan dari UTHM itu kembali ke negara Malaysia.
Nur Diana SE MSi, Dekan FEB Unisma. Foto/Unisma
Program Mobility Student merupakan program yang memungkinkan mahasiswa fakultas kebanggaan Unisma ini untuk belajar ke Universitas di negara yang diinginkan.
Mereka bisa belajar dalam kurun waktu tertentu. Atau sebaliknya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang menerima mahasiswa dari perguruan tinggi dari luar negeri.
“Mahasiswa, dosen maupun pimpinan kami dapat belajar berbagai hal, seperti Entrepreneurship, Culture, International Bisnis, Global Bisnis, manajemen organisasi mahasiswa, sharing informasi dalam pengembangan organisasi mahasiswa, kurikulum, join seminar, join conference, join community service lain sebagainya,” ungkap Nur Diana.
Mahasiswa FEB Unisma saat memberikan penampilan di acara gala dinner dan performanca culture. Foto/Unisma
Seperti mahasiswa dan dosen Faculty Perniagaan Technology & Pengusahaan Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM) yang belajar dan sharing praktik dalam pembelajaran entrepreneurship di Indonesia khususnya di FEB Unisma.
ADVERTISEMENT
Nur Diana memaparkan, selama satu minggu penuh rombongan dari UTHM Malaysia diberi materi CEO Talk dengan pemateri dari Multinasional Company, workshop entrepreneurship, business plan competition, display produk entrepreneurship unggulan, Join Conference (EBESSIC 2022).
Termasuk diajak kunjungan laboratorium entrepreneurship dan digital marketing, juga ke industri ke UMKM binaan FEB Unisma. “Kita ajak juga ke desa wisata sebagai wujud implementasi social entrepreneur di Malang Raya,” imbuhnya.
Apresiasi Rektor Unisma
Dalam acara Gala Dinner dan performance culture itu, Rektor Universitas Islam Malang, Prof Dr Maskuri MSi, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada FEB Unisma dan FPTP UTHM Malaysia yang mampu membuat terobosan dalam program Inbound Mobility tahun 2022.
Rektor Universitas Islam Malang, Prof Dr Maskuri MSi. Foto/Unisma
Menurutnya, kerja sama yang diawali oleh pimpinan Unisma mampu diwujudkan dengan berbagai program yang inovatif dan kreatif mendukung internasionalisasi perguruan tinggi dalam mencapai world class university.
ADVERTISEMENT
Dr Sabariah wakil dekan Bidang Kemahasiswaan UTHM Malayasi, memberikan pujian atas program yang dikemas oleh FEB Unisma. Mulai dari pelayanan penjemputan, kunjungan industri, penyiapan konferensi internasional, sampai business plan competition. Semua dijalankan sangat profesional oleh panitia.
"Banyak pengalaman menarik yang kami rasakan selama di Universitas Islam Malang, yang tampaknya bisa kami kembangkan dalam menyusun program untuk mahasiswa di Malaysia," ungkapnya saat acara Gala Dinner & Performance Culture yang digelar di hall KH Abdurrahman Wahid Lantai 7.
Pujian dari UTHM
Sementara itu, Dr Le Tee Chuan, head of international affair UTHM Malaysia, memberikan apresiasi yang tinggi atas program inovatif yang dirancang FEB Unisma.
"Sehingga terbuka wawasan kami atas praktik entrepreneur unggulan di Indonesia disajikan dengan baik. Kami dikenalkan proses pembuatan serta berbagai produk UKM yang dihasilkan seperti membatik, sehingga mendapat pengalaman mencanting batik di Antique House of Batik dan Kebaya yang berada di jalan Pekalongan No. 8 Malang," kata dia.
Mahasiswa FEB Unisma dan UTHM saat berada di Antique House of Batik dan Kebaya Kota Malang. Foto/Unisma
Mahasiswa Malaysia bisa secara langsung belajar membatik di atas kain. Secara bergantian mereka merasakan bagaimana keseruan, ketelatenan dan kesabaran dalam membatik. Selain membatik, mereka juga diajari secara langsung oleh pemilik Antique Batik, untuk memakai kain dengan tampilan yang modern menggunakan gesper.
ADVERTISEMENT
Dalam kunjungan industri yang dikemas dalam program Join Community Service ini peserta Inbound Mobility juga mengunjungi eco print yang menjadi produk unggulan dari Galeri DEKRANASDA Kabupaten Malang.
Produk UMKM ini sangat unik karena motif pada kain menggunakan daun-daun dan bunga yang ada di sekitar rumah seperti daun jati, sirih, jarak.
Kunjungan terakhir, mahasiwa UTHM Malaysia bertolak ke desa wisata Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, yaitu desa wisata petik jeruk.
Foto bersama para dosen dan mahasiswa FEB Unisma dan UTHM Malaysia. Foto/Unisma
Para mahasiswa dan dosen sangat tertarik untuk mengaplikasikan konsep desa wisata petik jeruk ini untuk dikembangkan di Malaysia, mengingat konsep desa wisata ini masih jarang dikembangkan di negaranya apalagi hal tersebut dapat mendukung perekonomian masyarakat desa.
Acara Puncak dari Inbound Mobility adalah terselenggaranya EBESSIC 2022 yang diikuti perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dari 12 negara dan 43 institusi yang mendukung sebagai cohost salah satunya adalah UTHM Malaysia.
ADVERTISEMENT
Pada acara Gala Dinner dan Performance Culture terjalin keakraban di antara dosen dan mahasiswa dari 2 negara untuk menampilkan tarian-tarian khas di dua negara di mana mahasiswa FEB Unisma menampilkan tarian This Is Indonesia dengan menggunakan baju adat Papua dan dari Malaysia menampilkan Jogetdance.
Reporter: Manda