Tekno & Sains
·
9 Juni 2020 10:37

FEB Unisma Gelar Pelatihan Mendeley dan Plagiarism Check

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
FEB Unisma Gelar Pelatihan Mendeley dan Plagiarism Check (200)
Pelatihan Unisma. Foto: dok Unisma.
MALANG - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menggelar rangkaian workshop guna meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa. Kali ini, mereka mengadakan Workshop Pelatihan Plagiasi Check dan Penulisan Referensi Menggunakan Mendeley, pada Sabtu (6/7/2020).
ADVERTISEMENT
Workshop virtual melalui aplikasi Zoom tersebut dihadiri seluruh mahasiswa semester 6 yang saat ini mengajukan topik penelitian skripsi.
"Ini merupakan rangkaian workshop yang harus diikuti oleh mahasiswa FEB Unisma. Setelah pada hari sebelumnya mereka memgikuti Workshop Metodologi Penelitian dalam Penyusunan Tugas akhir," terang Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FEB Unisma, Afifudin SE MSi Akt.
FEB Unisma Gelar Pelatihan Mendeley dan Plagiarism Check (201)
Pelatihan Unisma. Foto: dok Unisma.
Afifudin juga menyampaikan, banyak keluhan mahasiswa pada saat menyusun tugas akhir. Seperti sering menghadapi kesulitan dalam penyusunan daftar pustaka yang terotomatisasi dan terstandarisasi. Sehingga menyebabkan terhambatnya penulisan karya ilmiah.
"Tidak hanya itu, mahasiswa sering mengeluh tingginya nilai tingkat plagiasi saat menyusun karya ilmiah dan hal ini menjadi momok berat bagi mahasiswa saat menghadapi ujian sidang skripsi," ungkap Afifudin.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Pengelola Jurnal Jema FEB Unisma, Alfian Budi Primanto SAB MBA CPM(A), dalam pemaparannya mengatakan terdapat beberapa reference management system (RMS) yang biasa digunakan oleh peneliti sebagai alat bantu penulisan kepustakaan. Sebut saja EndNote, Zotero, dan Mendeley.
FEB Unisma Gelar Pelatihan Mendeley dan Plagiarism Check (202)
Pelatihan Unisma. Foto: dok Unisma.
"Aplikasi RMS ini sejatinya lebih memudahkan penyusunan berbagai bentuk tulisan karya ilmiah diantaranya tugas makalah, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, dan jurnal ilmiah," jelas Alfian.
Menurut Alfian, aplikasi-aplikasi tersebut biasa digunakan sebagai sumber referensi riset, menyusun tulisan sesuai prosedur pengutipan sitasi yang benar, mengelola dokumen referensi, serta dapat pula membantu penulis dalam penyusunan daftar pustaka.
"Aplikasi Mendeley lebih dipilih saat ini karena berbagai alasan seperti penggunaannya yang mudah, tersedianya tutorial dalam Bahasa Indonesia, fitur gratis yang mencakup kebutuhan dasar peneliti, serta banyaknya buku pedoman yang diterbitkan kementerian yang mencantumkan Mendeley dalam pembahasan penulisan kepustakaan," lanjut dosen FEB Unisma itu.(*)
FEB Unisma Gelar Pelatihan Mendeley dan Plagiarism Check (203)
Pelatihan Unisma. Foto: dok Unisma.
ADVERTISEMENT