FEB Unisma Gelar Talkshow Nasional, Kupas Kedaulatan Ekonomi Maritim

Konten Media Partner
2 Desember 2022 14:10 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Talk Show Nasional yang digelar BEM FEB Unisma, kupas Kedaulatan Ekonomi Maritim Indonesia. dok
zoom-in-whitePerbesar
Talk Show Nasional yang digelar BEM FEB Unisma, kupas Kedaulatan Ekonomi Maritim Indonesia. dok
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG - Mengupas kedaulatan ekonomi maritim di tanah air, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma), menggelar Talkshow yang digelar di Hall KH Abdurahman Wahid, pada Rabu (30/11/2022).
ADVERTISEMENT
Acara dihadiri mahasiswa dan dosen, menghadirkan Arif Haendra, Direktur Utama PT Garam (persero), dan Muhammad Zaki Mahasin, Analisis Pengusahaan Jasa Kelautan Kementerian KKP RI, serta Witjaksono selaku Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama.
Nur Diana, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis membuka acara Talkshow menyampaikan, bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi untuk menjadi Poros Maritim Dunia yang besar, kuat, dan Makmur.
Salah satu pembicara pada acara talkshow. dok/FEB Unisma
Menurut Nur Diana, Jati diri dan identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim berkewajiban memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.
“Sektor maritim dan kelautan menjadi sangat strategis bagi Indonesia ditinjau dari aspek ekonomi dan lingkungan, sosial-budaya, hukum dan keamanan. Potensi maritim dan kelautan yang besar seharusnya dimanfaatkan untuk menyejahterakan masyarakat. Faktanya potensi itu belum dimanfaatkan dengan optimal sehingga menimbulkan angka kemiskinan yang tinggi,” jelas Diana.
ADVERTISEMENT
Nur Diana, S.E., M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis, Unisma. dok
“Salah satu perwujudan kedaulatan sektor maritim adalah kedaulatan garam untuk kebutuhan industri dan konsumsi. Akses teknologi dan lahan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas produksi garam nasional. Di sisi lain pemerintah sejak lama tidak pernah serius menunjukkan keberpihakan kepada petambak garam lokal. Pada saat yang sama, pemerintah tidak memiliki rencana jangka panjang untuk membangun kedaulatan pergaraman,” tukasnya.
Ketua BEM FEB UNISMA, Rois Madani. dok
Sementara itu Ketua BEM FEB UNISMA, Rois Madani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yang telah mendukung kegiatan. Kegiatan ini menggugah kepedulian mahasiswa terkait tantangan yang dihadapi dalam Industri pergaraman Nasional.
Untuk itu ia berharap semoga kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan solusi atas problematika yang timbul, dalam menciptakan kedaulatan ekonomi maritim dalam sektor industri pergaraman nasional.
Suasana talkshow FEB Unisma. dok
Acara dilanjutkan Talk Show Nasional dipandu Erfan Efendi. Dalam penyampaian materinya, Arif Haendra mengupas Tantangan dan Peluang Tata Niaga Garam di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sedangkan Muhammad Zaki Mahasin mengupas tentang Peningkatan Potensi PAD Berbasis Komoditas Garam dalam Menunjang Swasembada Garam.(*)