FEB UNISMA Gencar Kerja Sama dengan PT Luar Negeri dan Perusahaan Multinasional

Konten Media Partner
27 Desember 2022 18:59 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kerja sama yang dibangun oleh FEB UNISMA. Foto/dok UNISMA
zoom-in-whitePerbesar
Kerja sama yang dibangun oleh FEB UNISMA. Foto/dok UNISMA
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG - Demi tingkatkan kapasitas lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB UNISMA) kian giat melakukan terobosan.
ADVERTISEMENT
Fakultas yang memiliki tiga program studi yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi dan S1 Perbankan Syariah itu gencar melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dan perusahaan multinasional.
Pada Bulan Desember 2022 ini saja sudah ada beberapa program yang dijalankan di antaranya implementasi MoA dengan Emliku Smart Technology Taiwan.
Di mana saat terjalin tanda tangan MoA, CEO Smart Technology Taiwan dengan Dekan FEB UNISMA Nur Diana SE, MSi berkomitmen untuk memberikan ruang kepada mahasiswa FEB UNISMA melakukan magang industri serta melakukan kegiatan penelitian.
Penelitian itu bisa dilakukan di berbagai perusahaannya yang berdomisili di berbagai negara seperti di Taiwan, Malaysia, Thailand, Indonesia dan lain-lain. Sementara itu pada saat yang hampir berbarengan FEB UNISMA juga menggelar implementasi kerja sama dengan Universiti Tun Husein Onn Malaysia (UTHM) dengan menggelar Focus Group Discussion.
ADVERTISEMENT
Acara itu untuk maksud membangun Kerja sama dan Harmonisasi Pendidikan Tinggi ASEAN melalui Joint Curriculum dan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Acara yang menggandeng Faculty Technology Perniagaan & Pengusahawan University Tun Husein Onn Malaysia ini bertempat di Ruang pertemuan Lantai 6 Gedung pascasarjana Universitas Islam Malang.
FGD yang dilaksanakan secara luring dan virtual ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, pimpinan Jurusan, Unit Penjaminan Mutu, Gugus Penjaminan Mutu, pengurus Unit Urusan Internasional dan Kemitraan (IDD) FEB UNISMA.
Kerja sama yang dijalin oleh FEB UNISMA. Foto/dok UNISMA
Para narasumber yang dihadirkan yaitu Assoc, Prof, Dr, Azlinan Md. Yasin (Deputy Dean Acadamic & international Networking UTHM Malaysia), Nur Diana SE, MSi (Dekan FEB UNISMA).
Lembaga Kerja Sama Target FEB UNISMA
Dalam sambutannya Dekan FEB UNISMA mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk mengukur capaian perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.
ADVERTISEMENT
Mengacu pada hal tersebut kita sebagai pemangku perguruan tinggi swasta di bawah Kemendikbud pihaknya harus senantiasa untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama perguruan tinggi (PT) dengan PT yang lain atau pihak-pihak terkait.
”Kerja sama perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri harus kita kawal bersama-sama. Tanpa adanya kerja sama, segenap sivitas akademika perguruan tinggi yaitu dosen dan mahasiswa tidak akan mengenal ekosistem sebenarnya yang ada di luar. Melalui Kolaborasi kita harapkan kedua perguruan tinggi ini dapat saling mendukung untuk pencapaian WCU,“ tutur Diana.
Lebih lanjut Diana menekankan ada beberapa pihak kerja sama yang sangat mendukung yaitu perguruan tinggi dalam dan luar negeri, pemerintah, dunia usaha, masyarakat umum dan media massa.
Salah satu bentuk Kerja sama dalam jangka pendek antara FEB UNISMA dan FPTP UTHM Malaysia yang harus terealisasi adalah join kurikulum merupakan program kurikulum yang dicanangkan sejak tahun 2020.
FGD FEB UNISMA dan FPTP UTHM Malaysia dalam erangka Join Kurikulum dan Harmonisasi Pendidikan Tinggi antar kedua PT. Foto/dok UNISMA
"Pada tahun 2021 pihaknya meningkatkan berbagai program prioritas yang merealisasikan UNISMA sebagai WCU tidak hanya sekadar slogan tapi ada aksi yang jelas dan terukur," kata dia.
ADVERTISEMENT
Diana mempertegas bahwa lulusan yang terbangun agar berdaya saing internasional agar tidak hanya mampu menguasai satu skill tetapi juga harus mampu open minded dan mampu menguasai hal lain.
Mata kuliah-mata Kuliah ini yang harus dikuasai mahasiswa agar sejalan kompetensi inti harus dikawal. Sementara itu, mata kuliah maupun tambahan yang mendukung kompetensi utama dapat ditempuh oleh mahasiswa melalui berbagai program merdeka belajar seperti student exchange dengan kampus luar negeri, magang, studi independent dll.
Sehingga harapan program studi agar lulusan menjadi lulusan yang multitasking dan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan terwujud.
Sementara itu Assoc Prof Azlinan Md Yasin (UTHM Malaysia) menjabarkan objek kajian mengembangkan kurikulum berkaitan dengan keduanya. Perlunya pengelolaan dalam menyajikan informasi yang berkaitan dengan seluruh sumber daya yang ada.
ADVERTISEMENT
“Mata kuliah perlu dikembangkan berdasarkan basis digital, misalnya sosial media management. Untuk menghadapi tantangan, perlu ada materi yang berkaitan tentang capture sebuah data, dan harus mempersiapkan laboratorium yang baik sebagai alat simulasi (magang), serta perlu ada restrukturisasi yang berkaitan dengan digitalisasi,” tuturnya. (Manda)