Foto: Atlet Paralayang Berlaga di Pinggir Pantai Modangan, Malang

Kejuaraan Paralayang Trip of Indonesia (TROI) seri ke-4 digelar di Bukit Waung, Pantai Modangan, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Acara ini dimulai Jum'at (22/11) dan berakhir, Minggu (24/11).
Acara ini menarik karena digelar di dekat pantai. Biasanya, paralayang digelar di daratan dan juga pegunungan. Di tempat ini, seluruh peserta menjajal kecepatan angin di pantai yang menjadi batas antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang tersebut. Tak hanya itu, mereka juga menikmati keindahan pantai dan sunset sembari mengendalikan paralayang dari ketinggian.
Pada pembukaan acara, hadir di antaranya Sekretaris Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Suryati, Asisten I Kabupaten Malang Sukowiyono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedanthara, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Malang.
Sekretaris Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Suryati mengatakan, setelah meninjau secara langsung lokasi event, dia mengungkapkan bahwa secara infrastruktur lokasi diadakannya TROI ini sudah bagus. Apalagi ditambah pemandangan yang mempunyai ciri khas, menjadi pembeda lokasi ini dengan yang lain.
"Sudah lumayan bagus, meski belum semuanya. Secara infrastruktur sudah bagus, memang yang akses ke bawah yang belum, dari pemerintah daerah lebih ditingkatkan lagi," ujarnya.
Dia juga menambahkan, bila potensi ini bisa ditingkatkan, ditambah promosi besar besaran dari Dinas Pariwisata yang sudah bagus serta dukungan dari Dispora terkait peralatan, maka daerah ini bisa semakin berkembang.
"Karena tujuan Menpora untuk sport tourism. Potensi atlit di sini juga luar biasa. Semoga bisa booming," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim Arief Erwin W mengungkapkan, Pantai Modangan memungkinkan untuk diadakan kejuaraan internasional. Tentunya dengan syarat aksesibilitasnya sesuai dengan standarnya.
"Sementara ini jalan dari take off ke landing kan baru motor, di komunitas internasional motor dianggap kurang sip, paling tidak bisa dilalui roda empat," jelasnya.
Dia menyampaikan, bila nanti Pemerintah Kabupaten Malang bisa menjamin infrastruktur dari take off ke landing bisa dilewati kendaraan roda empat, pihaknya bisa mengadakan pre world cup, yakni pengenalan bila tempat ini standart dan layak.
"Kalau sudah (layak) baru bisa bikin world cup," lajutnya.
Selama ini, lanjut dia, di Jatim sudah dua kali menjadi tempat diadakannya world cup, dan dua duanya diadakan di Batu. Untuk event kejuaraan dunia selanjutnya, kemungkinan bisa diadakan di lokasi ini.
"Di sini sangat layak, di sini mau angin darimana saja bisa terbang," kata dia.
Dia menjelaskan, saat ini merupakan proses perubahan dari musim kemarau ke musim hujan, yang berarti anginnya bergerak ke arah Barat. Ketika angin Barat kecenderungan angin Selatan dan Barat, itu angin paling bagus dan paling aman.
"Ada 250 peserta, 6 round bisa tercapai dalam 3 hari. Biasanya sehari hanya 4 jam (terbang), tapi disini kan pantai, jadi bisa lebih lama," paparnya.
Dia mengungkapkan, TROI seri ke-4 ini sendiri diikuti oleh atlit yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Dr Made Arya Wedanthara mengatakan, secara akses jalan memang harus ada perbaikan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan federasi terkait keamanan dan kenyamanan penerbang maupun pengunjung.
"Selain itu juga jebersihan, agar tidak buang sampah sembarangan sehingga tidak turun ke laut," kata dia.
Menurutnya, Pantai Modangan sudah layak untuk menjadi tempat diadakannya kejuaraan kelas dunia.
"Kejuaraan dunia, memang sudah menjadi mimpi kita, akan memasukkan program itu di 2020 . Harapannya ini menjadi event internasional," pungkasnya.
Berikut foto-foto tentang kejuaraan paralayang di bibir pantai tersebut.
