Foto: Hari Raya Karo di Malang, Warga Makan Bersama di Pemakaman

Tradisi adat dan budaya hidup beriringan dengan destinasi wisata yang kian berkembang di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Salah satu tradisi yang lestari itu adalah Hari Raya Karo di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Selain menjadi tradisi masyarakat sekitar, upacara ini juga menjadi destinasi wisata adat di Kabupaten Malang.
Tahun ini, puncak upacara Karo diperingati pada Minggu (22/9). Rangkaian upacara adat sebagai perwujudan rasa syukur atas berkah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa ini dimulai dengan kenduri yang digelar di Balai Desa pada pagi hari.
Saat melakukan upacara di Hari Raya Karo, masyarakat Tengger biasanya memakai pakaian baru. Sementara tokoh masyarakat mengenakan pakaian serba hitam dengan kombinasi sarung yang dililitkan ke tubuh serta memakai udeng khas Suku Tengger.
Pada saat kenduri, warga membawa aneka makanan dan ditata sedemikian rupa. Upacara ritual ini dipimpin oleh seorang dukun desa.
Selanjutnya, makanan yang sudah mendapatkan doa tersebut kemudian diserahkan kepada kepala desa dan dibagikan kepada masyarakat sekitarnya. Sedangkan sebagian lagi digunakan sebagai sesembahan, lalu berziarah ke makam leluluhur atau yang biasa disebut nyadran.
Di makam, masyarakat memakan makanan yang dibawa secara bersama-sama. Sebagai puncak acara, juga digelar tradisi ojung atau mengadu kekebalan tubuh serta kelihaian dalam memukul menggunakan rotan.
Bupati Malang, Sanusi, mengatakan acara perayaan Hari Raya Karo Desa Ngadas ini sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan. Apalagi Ngadas merupakan desa wisata adat.
"Diharapkan dari kegiatan budaya seperti ini, semakin menunjukkan identitas orisinal keberagaman indonesia, khususnya Kabupaten Malang," ujarnya saat menghadiri upacara Hari Raya Karo, Minggu (22/9).
Berikut foto-foto tentang acara ini:
Foto dan teks: Bayu Eka Novanta
Editor: Irham Thoriq
