Konten Media Partner

Giliran Klaster Perkantoran Muncul di Kota Malang

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi: Seorang petugas paramedis tengah beristirahat usai penanganan pasien di salah satu rumah sakit di Kota Malang. foto/Rubianto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Seorang petugas paramedis tengah beristirahat usai penanganan pasien di salah satu rumah sakit di Kota Malang. foto/Rubianto

MALANG - Setelah muncul klaster sekolah, kini muncul klaster perkantoran kasus COVID-19 di Kota Malang. "Ada satu kantor sampai 27 kasus. Jadi tracing sedang kami kuatkan," kata Sutiaji, Wali Kota Malang, Rabu (2/2/2022).

Kasus aktif COVID-19 di Kota Malang saat ini sudah menembus angka 337 setelah ada tambahan 122 kasus. Angka ini menempatkan Kota Malang di urutan kedua tertinggi di Jawa Timur setelah Surabaya.

"Insyallah kami kuatkan tracing dan testing, 122 kasus tambahan itu berdasarkan tracing sebelumnya," ucapnya.

Terkait kembali tingginya kasus COVID-19 di Kota Malang, Sutiaji mengatakan masyarakat tidak tidak perlu ada kecemasan. Pihaknya tetap menyiapkan Isoter.

''Walaupun gejala ringan dan tanpa gejala dimohon untuk isoman tapi kami siapkan juga Isoter," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif membenarkan adanya klaster perkantoran yang mulai muncul di Kota Malang.

"Iya itu ada, klaster tempat kerja. Itu di satu tempat kerja. Itu sudah kami tindaklanjuti dengan tracing oleh teman teman puskesmas wilayah perkantoran itu," jelasnya.

Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa isoter di gedung SKB Kota Malang masih terus dipersiapkan agar bisa segera difungsikan.

"Isoter SKB masih dipersiapkan, target tentu secepatnya," tandasnya.