News
·
19 September 2020 13:08

Gubernur Jatim Realisasikan RS Lapangan Darurat di Malang

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Gubernur Jatim Realisasikan RS Lapangan Darurat di Malang (14375)
Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat agenda peninjauan RS Lapangan Darurat di Kota Malang, pada Sabtu (19/9/2020). Foto: Ulul Azmy
MALANG - Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bakal membangun Rumah Sakit Lapangan alias darurat khusus pasien COVID-19 di Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Rencananya, lokasi lahan yang sudah disiapkan ada di lapangan Politeknik Kesehatan Malang, di kawasan Idjen Boulevard, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Hal ini diungkapkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bahwa keberadaan RS darurat di Kota Malang dirasa cukup mendesak. Juga, angka kasus COVID-19 di kota bunga ini sendiri tak kunjung menunjukkan grafik penurunan.
Gubernur Jatim Realisasikan RS Lapangan Darurat di Malang (14376)
Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat agenda peninjauan RS Lapangan Darurat di Kota Malang, pada Sabtu (19/9/2020). Foto: Ulul Azmy
Keputusan ini berdasarkan hasil rakor virtual lintas pihak. Menindaklanjuti instruksi Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, terkait kewaspadaan terhadap 3 klaster rawan. Satu diantaranya yakni klaster keluarga.
Klaster keluarga dinilai menjadi klaster terbanyak menyumbang angka kasus penularan virus Sars-Cov-2 hingga saat ini. Dimungkinkan penularan terjadi saat isolasi mandiri di rumah karena banyak faktor. Mulai dari sistem sanitasi, ventilasi, atau bahkan pasien masih berinteraksi dengan keluarga.
ADVERTISEMENT
''Penyebaran virus di dalam rumah ini menjadi kewaspadaan baru. Solusinya, kami siapkan tempat isolasi khusus darurat (RS Lapangan) ini,'' ungkap Khofifah, usai meninjau lahan RS Lapangan di Idjen Boulevard, Kota Malang, pada Sabtu (19/9/2020).
Karena itu, diharapkan petugas terkait bisa edukasi warga untuk meminimalisir isolasi mandiri di rumah. Kecuali di rumah mereka punya fasilitas karantina yang memadai, baik secara aspek ventilasi, sanitasi, asupan gizi, hingga mental karantina yang baik.
Khofifah menjelaskan, RS darurat ini nanti memiliki kapasitas mencapai 200 tempat tidur. Jangan dibayangkan wujudnya sebagai RS dengan gedung baru. Melainkan berupa tenda atau barak besar dengan fasilitas serupa di rumah sakit.
''Tidak semua harus berbasis rumah sakit, karena nanti yang ditempatkan disana hanya pasien kasus ringan sampai sedang. Seperti di RS Lapangan Indrapura, Surabaya itu angka kesembuhannya sampai 100 persen,'' jelasnya.
ADVERTISEMENT
Saat ini, teknis pembangunan RS darurat ini masih dalam tahap koordinasi berbagai pihak. Mulai ketersediaan tempat tidur, tim dokter medis dan petugas kesehatan, hingga sistem tata sanitasi.
Selain itu, hingga saat ini, kesiapan RS Lapangan inu juga masih dalam proses perizinan di Kementerian Kesehatan.
''Ini yang sedang kita intensifkan dari tim kuratif tracing Pemprov. Karena Polkesma ini juga sudah beberapa kali kita lakukan koordinasi,'' tambahnya.
Sebagai informasi, kemampuan rumah sakit dan juga rumah safe house di Kota Malang menampung pasien COVID-19 mulai menipis. Dengan adanya RS lapangan, bisa menjadi alternatif mengatasi hal ini.