Hari Dharma Wanita, SMKN 1 Turen Gelar Berbagai Lomba Bertema Perempuan Berdaya
·waktu baca 3 menit

MALANG - Memperingati Hari Dharma Wanita Persatuan ke-23, SMKN 1 Turen Malang punya cara tersendiri merayakannya. Dikemas bersama Kegiatan Rutin pertemuan Dharma Wanita sekaligus memperingati Hari Ibu. Acara bertema Perempuan Berdaya ini diselingi dengan berbagai lomba. Mulai dari karya tulis, fashion show, lomba wiru kain batik hingga berbagai lomba lainnya, pada Jum’at (16/12/2022).
Usai dua tahun vakum karena pandemi, perempuan-perempuan hebat ini menggelar berbagai kegiatan dengan semarak.
“Setelah sebelumnya terhalang pandemi, jadi di akhir tahun ini mulai diadakan kegiatan yang meriah untuk kembali memantik semangat,” ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan SMKN 1 Turen, Yulistiya Diah Fatmawati.
Yulistiya, sapaan perempuan yang juga istri Kepala SMKN 1 Turen ini menuturkan, bahwa kegiatan kali ini mengusung tema ‘Perempuan Berdaya, Indonesia Maju’.
Sebab itu, pihaknya memilih berbagai kegiatan yang menyenangkan, namun mampu mempererat kembali jalinan silaturahmi para ibu dengan melestarikan budaya dan mengasah keterampilan. Termasuk, adanya lomba karya tulis bertemakan hari Ibu seperti puisi, cerita pendek dan lain-lain.
“Kebetulan, saya ingin ajak ibu-ibu ini berkarya di sela-sela aktivitas dan kesibukan mereka. Mungkin, menulis ini bisa menjadi wadah curahan hati mereka tentang sosok ibu atau sebagai ibu. Alhamdulillah kok banyak yang ikut serta, karyanya juga luar biasa bagus-bagus,” tuturnya.
Dengan begitu, ia berharap seluruh keluarga Dharma Wanita Persatuan ini semakin solid dan rukun. Sebab, para istri juga memiliki peran strategis sebagai support system utama bagi para suami dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya di SMKN 1 Turen.
“Harapannya, Dharma Wanita SMKN 1 Turen ini semakin kreatif, terus menebar kebermanfaatan bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Terutama dalam menjalankan peran sebagai istri maupun ibu,” jelasnya.
Sekretaris Dharma Wanita Persatuan SMKN 1 Turen, Dherrys Tri Octaviani menambahkan, para ibu-ibu sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian lomba.
“Kegiatan kemarin banyak membawa nilai positif bagi ibu-ibu. Terutama yang tadinya sibuk di dapur dan merawat anak, sekarang ikut serta dalam kegiatan literasi,” sambungnya.
Terlebih, tambahnya, kegiatan ini juga sebagai ajang pelestarian budaya tradisional Jawa melalui lomba wiru jarik atau kain batik yang sekarang sudah banyak ditinggalkan.
“Kebetulan anggota kami selain yang senior juga ada yang muda, sehingga hal ini merupakan salah satu upaya untuk tidak melupakan budaya yang ada,” terang dia.
Ke depan, pihaknya berharap dapat berperan aktif lagi utamanya di bidang pendidikan, ekonomi maupun sosial budaya.
“Maka, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk sharing tentang peran perempuan dan profesinya. Karena bagaimanapun sosok ibu sangat penting bagi kehidupan anak ataupun suami bahkan secara umum kehidupan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
