Jadi Pesantren Tangguh, Masjid Tiban Malang Aman Dikunjungi

Konten Media Partner
7 Desember 2020 13:24
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jadi Pesantren Tangguh, Masjid Tiban Malang Aman Dikunjungi (79391)
searchPerbesar
Masjid Tiban. Foto: Rizal Adhi
MALANG - Pandemi COVID-19 membatasi masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya. Terutama bagi penduduk Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) atau yang lebih dikenal Masjid Tiban Turen Malang.
ADVERTISEMENT
Ponpes yang didirikan oleh Romo Kiai Ahmad ini, harus ditutup sementara sejak bulan Maret sampai Oktober 2020. "Tutupnya sekitar bulan Maret 2020 saat awal puasa. Dan buka kembali sekitar bulan Oktober 2020, pokoknya serentak waktu itu," terang Panitia Pondok Pesantren Salafiyah Bi Ba'a Fadlrah, Kisyanto, beberapa waktu lalu.
Kisyanto mengaku, sedih waktu melihat Ponpes ini ditutup. Pasalnya, dia melihat banyak warga yang ingin berziarah. "Waktu ditutup itu kita tidak tega melihat ada peziarah yang datang tidak bisa masuk. Tapi kita harus menutup mata untuk menjalankan peraturan pemerintah," kenangnya.
Namun, meskipun ditutup untuk peziarah, sebenarnya aktivitas dalam pesantren tetap berjalan seperti biasa. "Selama pondok ini ditutup, aktivitas di dalam tidak pernah berhenti. Karena warga pondok tidak pernah kemana-mana, kalau toh di luar ada pandemi tapi warga pondok tidak kemanapun," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
"Kita tetap melaksanakan pembangunan sampai perawatan. Kecuali kita tidak lagi melakukan perdagangan," sambungnya.
Saat ini, setidaknya ada 300 orang santri di pondok posantren yang terletak di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini.
"Jumlah santri tetap di sini kurang lebih ada 300 orang. Memang pondok pesantren di sini tidak menerima santri secara umum seperti yang lainnya, karena masih mempersiapkan jenjang pendidikan seperti madrasah ibtidaiyah sampai diniyah," tuturnya.
Setelah persiapan fasilitas kesehatan memadai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akhirnya menobatkan Ponpes Salafiyah Bi Ba'a Fadlrah sebagai Pesantren Tangguh. "Untuk pesantren tangguh itu syaratnya sama seperti yang lainnya, yang terpenting itu protokol kesehatan," ucapnya.
"Karena ini tempat berkumpulnya massa, maka ini juga ditetapkan sebagai pesantren tangguh. Artinya, pesantren ini juga menjaga dan betul-betul melaksanakan protokol kesehatan," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Para peziarah juga diwajibkan mematuhi setiap protokol kesehatan yang diterapkan di sini. "Tapi memang kesannya tidak enak, karena kita seolah-olah mengatur pengunjung. Tapi kita ada di wilayah Republik Indonesia, Kabupaten Malang, Kecamatan Turen, Desa Sananrejo, dan kita bagian dari masyarakat menjalankan itu semua," jelasnya.
Peziarah yang berkunjung juga dibatasi hanya separuh dari kapasitas Ponpes ini. "Begitu dibuka kita mentaati aturan berupa peziarah yang diperbolehkan hanya 50 persen," tuturnya.
"Alhamdulillah tetap dapat berjalan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020